Lilium martagon atau martagon lily[1][2] atau Turk's cap lily adalah spesies lili dari Eurasia. Spesies ini memiliki daerah sebaran asli yang luas, membentang dari Portugal di barat melalui Eropa dan Asia hingga Mongolia di timur.[1]
Deskripsi
Tanaman ini berakar pada batang, dengan tinggi antara 1 meter (3 kaki 3 inci) hingga 2 meter (6 kaki 7 inci). Warna bunganya biasanya ungu muda kemerahan dengan bintik-bintik gelap, tetapi cukup bervariasi, mulai dari hampir putih hingga hampir hitam. Bunganya beraroma. Banyak bunga muncul pada setiap tanaman, dan hingga 50 bunga dapat ditemukan pada tanaman yang tumbuh sangat kuat. Batangnya yang berwarna hijau bisa tampak berwarna ungu atau merah, dan daunnya berbentuk elips hingga lanset terbalik, umumnya tersusun melingkar, panjang hingga 16 sentimeter (6,3 inci) dan sering kali sedikit berbulu pada bagian bawahnya.[3][4]
Varietas
Banyak nama telah diajukan pada tingkat subspesies dan varietas. Namun, hanya dua yang diakui oleh World Checklist yaitu Lilium martagon var. martagon dan Lilium martagon var. pilosiusculum Freyn. Habitat Lilium martagon var. martagon menyebar dari Portugal hingga Mongolia. Sedangkan habitat Lilium martagon var. pilosiusculumFreyn menyebar dari Rusia, Kazakhstan, Xinjiang hingga ke Mongolia.[1]
Nama Turk's cap lily, yang juga digunakan untuk beberapa spesies lain, berasal dari bentuk mahkota bunga yang melengkung ke belakang menyerupai penutup kepala Turki.[7] Epithet spesifik martagon memiliki asal-usul yang tidak pasti. Seorang ahli (J.W. Redhouse, 1892) mengusulkan bahwa kata ini berasal dari bahasa Turki Utsmaniyah, mārtağān — sejenis serban khusus yang dikenakan Sultan Muhammad.[8] Namun, kata tersebut tidak ditemukan dalam bahasa Turki modern.[butuh rujukan]
Toksisitas
Kucing
Lilium martagon, seperti banyak anggota genus ini, sangat beracun bagi kucing dan konsumsi bagian tanaman sering kali menyebabkan gagal ginjal fatal.[9] Rumah atau kebun yang sering dikunjungi kucing sangat tidak disarankan menanam tanaman ini atau menempatkan bunga kering di tempat yang bisa disentuh kucing, karena serbuk sari yang menempel di bulu dapat tertelan saat kucing membersihkan diri.[butuh rujukan]
Kasus yang dicurigai memerlukan perhatian dokter hewan segera.[10] Penanganan cepat dengan arang aktif dan/atau induksi muntah dapat mengurangi jumlah racun yang diserap (waktu sangat kritis, sehingga dalam beberapa kasus dokter hewan dapat menyarankan melakukannya di rumah), dan pemberian cairan IV dalam jumlah besar dapat mengurangi kerusakan ginjal dan meningkatkan peluang hidup.[10]
↑Brickell, Christopher, ed. (2000). TheRoyal Horticultural Society A - Z encyclopedia of garden plants. K - Z. Royal Horticultural Society. London: Dorling Kindersley. ISBN978-0-7513-0436-7.