Indonesia merupakan negara dengan iklim tropis. Karena itu, keanekaragaman hayati untuk spesieslebah di Indonesia sangat tinggi. Indonesia memiliki dua jenis lebah yaitu kelulut dan lebah madu. Jumlah spesies lebah tanpa sengat di Indonesia sekitar 40 spesies. Sedangkan spesies lebah madu di Indonesia semuanya berasal dari genus Apis. Indonesia menjadi negara yang memiliki spesies lebah madu dari genus Apis terbanyak di dunia.[1]
Indonesia awalnya diidentifikasi memiliki tiga spesies lebah madu, yaitu Apis florea, Apis dorsata, dan Apis cerana. Namun, identifikasi lebih lanjut memperlihatkan bahwa di Indonesia terdapat sedikitnya lima spesies lebah madu, yaitu Apis andreniformis, Apis dorsata, Apis cerana, Apis koschevnikovi, dan Apis nigrocincta. Lebah madu yang awalnya dinyatakan sebagai spesies Apis florea, ternyata adalah spesies Apis andreniformis.[2]
Masyarakat Indonesia telah mengenal tiga spesies lebah madu yang dimanfaatkan untuk keperluan pengambilan produk madu. Masing-masing yaitu Apis cerana, Apis mellifera, dan Apis dorsata.[6] Lebah madu dari spesies Apis cerana dan Apis mellifera telah dapat dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia.[7] Sedangkan lebah madu dari spesies Apis dorsata hanya diambil produk madunya dari hutan.[6]Apis cerana dan Apis dorsata merupakan spesies lebah madu lokal di Indonesia.[8]
Apis dorsata membuat sarang lebah yang tunggal dengan satu lembar sisiran saja. Letak sarangnya di ranting pohon atau di tebing bebatuan. Tiap koloni lebah dari spesies Apis dorsata dapat menghasilkan madu sebanyak 50–70kg dalam setahun.[4]
Pembudidayaan
Penduduk Indonesia yang tinggal di desa dan di sekitar hutan umumnya membudidayakan lebah madu secara tradisi.[9] Spesies lebah madu yang dibudidayakan secara lokal salah satunya adalah Apis cerana.[10] Teknik budidaya yang digunakan bersifat lokal dan sederhana.[11]
Spesies lebah madu lainnya yang dibubidayakan di Indonesia adalah Apis mellifera. Spesies ini merupakan spesies lebah unggulan.[12] Pemilihannya didasarkan kepada kemampuannya dalam adaptasi di berbagai kondisi iklim. Selain itu, Apis mellifera memiliki sifat yang tidak terlalu agresif dan menghasilkan banyak madu.[13]
Apis mellifera merupakan spesies lebah madu yang berasal dari Eropa. Tokoh yang pertama kali membudidayakannya di Indonesia bernama Rijkeuns. Ia adalah seorang warga negara Belanda. Budidaya Apis mellifera dimulainya pada tahun 1841.[14] Sejak tahun 1970-an, di Indonesia juga telah dimulai pembudidayaan Apis mellifera yang berasal dari Australia. Budidaya ini atas prakarsa dari Pusat Apiari Pramuka. Apis mellifera yang dibudidayakan di Indonesia juga berasal dari Australia. Pembudidayaannya menggunakan teknologi modern.[11]
Pemerintah Australia awalnya menghadiahkan 20 kotak lebah kepada Presiden Soekarno sebagai perwakilan Gerakan Pramuka Indonesia selama masa kunjungannya ke Australia pada tahun 1974. Setelah mulai dibudidayakan di Indonesia, Apis mellifera membentuk koloni lebah dalam jumlah ribuan yang kemudian dikelola oleh ratusan peternak lebah. Direktorat Jenderal Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial mencatat bahwa pada tahun 2006 jumlah koloni lebah Apis mellifera di Indonesia sekurangnya 33.000 koloni.[11]
12Lamberkabel, J. S. A. "Lebah Madu, Cara Budidaya dan Manfaatnya"(PDF). Seminar Nasional Akselerasi Inovasi Teknologi Pertanian Spesifik Lokasi Mendukung Ketahanan Pangan di Wilayah Kepulauan: 745.
↑Prihatman, Kemal (ed.). "Budidaya Ternak Lebah"(PDF). Dinas Pertanian Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Diakses tanggal 11 September 2022.