Bersama teman-temannya ia mendirikan Yayasan Persekolahan Katolik Mandiri di Larantuka sebagai pengelola SMAK Santo Ignasius Larantuka yang kemudian di-Negeri-kan menjadi SMA Negeri 1 Larantuka pada tahun 1979.[note 1]
Putra pasangan Petrus Gege Hadjon dan Elizabeth Ipa Betan ini menikah dengan Maria Getrudis Letor pada tanggal 14 Juli 1959 dan dikaruniai sebelas orang anak.[note 2]
↑Tanggal 22 Februari 1979 serah terima sekolah dan perubahan nama SMAK St. Ignasius menjadi SMA Negeri 468 Larantuka.
↑1. Maria Magdalena Lis Ipa Hadjon (Oa Lis Hadjon) 2. Maria Theresia Edawani Hadjon (Wien Hadjon) 3. Maria Imakulata Pelera Hadjon (Metty Hadjon) 4. Maria Dolorosa Epe Hadjon (Dorthy Hadjon) 5. Elizabeth Jawa Hadjon† 6. Fransiskus Padji Mandiri Hadjon (Frans Hadjon) 7. Antonius Hubertus Gege Hadjon(Anton Hadjon) 8. Hendrikus Seran Hadjon (Hen Hadjon) 9. Ignasius Suda Hadjon (Ignas Hadjon)† 10. Maria Sesilia Golan Hadjon† 11. Yosep Beluta Hadjon (Oncu Yos)
↑Urutan Usulan Calon dari Partai Katolik: 1. Frans Seda. 2. Ben Mang Reng Say. 3. Vinsen Saka. 4. Lambertus Tulen Hadjon.
Bacaan
Hadjon, Lambertus Tulen; Larantukan, Karolus Banda (Oktober 2020). Lambertus Tulen Hadjon: Pendidikan-Agama-Politik-Wirausaha. Larantuka: Komunitas Taman Baca Hutan 46 Waibalun. hlm.230. ISBN978-602-416014-2. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Tukan, Bernard (Oktober 2020). Lambertus Tulen Hadjon: "... ingin hidup seribu tahun lagi...". Larantuka: SimpaSio Institut. hlm.199. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Artikel bertopik biografi politikus Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.