Istilah Lagerstätte pertamakali digunakan oleh Adolf Seilacher pada 1970.[1]
Pengawetan
Pada wilayah Lagerstätten, proses pembusukan setelah suatu makhluk hidup mati terhambat, menyebabkan spesimen yang mati terawetkan dengan sangat baik. Hal ini dapat terjadi dalam kondisi-kondisi berikut:
Kondisi anoksik atau hampir anoksik, seperti pada lumpur bebas oksigen, yang menghambat proses dekomposisi.
Suatu spesimen terkubur pada abu vulkanik, yang mencegah predator memakan daging mangsa, juga menciptakan kondisi rendah oksigen.
Penguburan dengan cepat yang disebabkan oleh longsor lumpur
Penguburan di kondisi air tinggi garam.
Kondisi-kondisi tersebut mencegah pemangsa dan bakeri untuk menyentuh spesimen tersebut.
Daftar singkat Lagerstätten
Sudah ada sekitar 50 Lagerstätten yang sudah diakui secara resmi[2]
Ediakara: Mistaken Point Ecological Reserve (Kanada)
↑Seilacher A. 1970. Begriff und Bedeutung der Fossil-Lagerstätten: Neues Jahrbuch fur Geologie und Paläontologie. Monatshefte 1970: 34–39.
↑"Fossil Lagerstätten". Department of Earth Sciences, University of Bristol. 2003. Diarsipkan dari asli tanggal 2007-06-12. Diakses tanggal 2005-11-21. — A catalogue of sites of exceptional fossil preservation produced by MSc palaeobiology students at University of Bristol's Department of Earth Sciences.