Kepunahan semuDalam suatu garis keturunan, bila sebuah kronospesies lama (A) dianggap telah berubah menjadi spesies baru (B) melalui anagenesis, maka spesies (A) dianggap punah secara filetik.
Kepunahan semu atau kepunahan filetik merupakan jenis kepunahan yang terjadi ketika seluruh individu spesies telah mati, namun individu spesies anakan masih bertahan hidup. Istilah ini merujuk pada kepunahan spesies lama yang dianggap semu, karena spesies baru dianggap berevolusi dari spesies lama dalam bentuk baru. Kepunahan semu menunjukkan adanya hubungan antara spesies leluhur dengan keturunannya yang masih hidup, meski spesies leluhur sudah tidak ada.[1]
Salah satu contoh kepunahan semua adalah dinosaurus, yang merupakan leluhur langsung dari burung.[2] Meski dinosaurus yang menjadi leluhur telah punah setelah era Mesozoikum, spesies burung masih bertahan hingga saat ini. Spesies dinosaurus mirip burung juga telah mengalami kepunahan, sementara keturunannya masih terus berevolsui dan bertahan hidup. Itulah sebabnya leluhur burung dianggap mengalami kepunahan semu.[3]
↑Leighton, Lindsey R. (2009). "Taxon Characteristics That Promote Survivorship Through the Permian-triassic Interval: Transition from the Paleozoic to the Mesozoic Brachiopod Fauna". Paleobiology. 34: 65–79. doi:10.1666/06082.1. S2CID86843206.