Menurut sejarah, Kutoarjo pada masa penjajahan Hindia Belanda merupakan ibu kota Kabupaten Semawung.[1] Hal ini menjelaskan mengapa pola pembangunan perkotaan di Kutoarjo mirip dengan Purworejo. Pada tahun 1934, wilayah ini digabung dengan Kabupaten Purworejo.[1] Setelah bergabung dengan Kabupaten Purworejo posisi Kutoarjo bukan lagi sebagai ibu kota kabupaten tetapi daerah setingkat di atas kecamatan atau dikenal dengan kawedanan. Setelah kemerdekaan dan penetapan Jawa Tengah sebagai provinsi pada tahun 1950, kedudukan Kutoarjo menjadi kecamatan. Pola pembangunan dan penataan kota yang khas dapat dilihat dari adanya Alun-alun, Pendapa, Masjid dan gedung-gedung pemerintahan yang berdekatan.
Kecamatan Kutoarjo memiliki jumlah penduduk terbanyak kedua setelah Purworejo. Akan tetapi kepadatan penduduknya yang paling tinggi di Kabupaten Purworejo.[3]
Laki-laki
Perempuan
Total
33.912
50.04%
33.859
49,96%
67.771
Berikut adalah persentase jumlah penduduk berdasarkan agama di Kutoarjo[3]