Mom Rajawongse Kukrit Pramoj (Thai: คึกฤทธิ์ ปราโมชcode: th is deprecated , RTGS: Khuek-rit Pramot, pelafalan[kʰɯ́k.rítprāː.môːt]; 20 April 1911 – 9 Oktober 1995) adalah seorang politikus, penulis, cendekiawan, dan profesor asal Thailand. Ia menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Thailand antara tahun 1973 dan 1974. Ia merupakan Perdana Menteri Thailand ketiga belas, yang menjabat dari tahun 1975 hingga 1976 di antara masa jabatan saudaranya, Seni Pramoj. Sebagai cicit dari Raja Rama II, ia merupakan anggota keluarga kerajaan Thailand.
Ia juga memerankan tokoh Perdana Menteri dari negara fiktif bernama Sarkhan dalam film layar lebar tahun 1963 berjudul The Ugly American bersama Marlon Brando.
Biografi
Ia lahir pada tanggal 20 April 1911 di Provinsi Sing Buri ke dalam cabang kadet dari Wangsa Chakri yang memiliki garis keturunan Tionghoa.[4] Sebagai putra dari Brigadir Jenderal Pangeran Khamrob dan istrinya Daeng (Bunnag), kakak lak-lakinya adalah M.R. Seni Pramoj[5], sedangkan nenek buyutnya, Ampha, berasal dari keturunan Tionghoa dan merupakan selir dari Rama II.[6] Ia sempat bertugas sebagai kopral selama Perang Prancis-Thailand pada tahun 1940. Seperti halnya anggota kelas atas Thailand pada masa itu, ia menempuh pendidikan di luar negeri; ia bersekolah di Inggris di Trent College, sebelum mempelajari filsafat, politik, dan ekonomi di The Queen's College, Oxford.
Sekembalinya ke Thailand, ia memulai kariernya di bidang perbankan, tetapi panggilan hidup sejatinya terletak pada penguasaannya terhadap berbagai bentuk seni, termasuk politik dan jurnalisme. Merasa kecewa dengan penggambaran Hollywood terhadap Raja Mongkut dalam film tahun 1946 berjudul Anna and the King of Siam (yang didasarkan pada novel biografis semi-fiksiberjudul sama), Kukrit dan saudaranya, Seni Pramoj, menulis karya berjudul The King of Siam Speaks pada tahun 1948. Mereka mengirimkan manuskrip tersebut kepada politikus dan diplomat Amerika Abbot Low Moffat[7] yang kemudian menggunakannya sebagai referensi untuk biografinya yang berjudul Mongkut the King of Siam (ISBN974-8298-12-4). Pada tahun 1961, ia menyumbangkan manuskrip Pramoj tersebut ke Koleksi Asia Tenggara, Divisi Asia, Perpustakaan Kongres.[8] Ia juga menulis untuk Siam Rath, surat kabar yang ia dirikan sendiri.
Sebagai sarana untuk menunjukkan bagaimana masyarakat Thailand menyesuaikan diri dengan kehidupan di era modern, pada tahun 1953 Kukrit mulai menulis rangkaian cerita tentang kehidupan dan masa-masa dari tokoh fiktif bernama Mae Ploy (Thai: แม่พลอยcode: th is deprecated ), yang sejak gadis belia masuk ke dalam pelayanan kediaman putri dari Kerajaan Rama V, dan wafat pada hari yang sama dengan Rama VIII.[9] Cerita ini menjadi salah satu dari sekian banyak cerita yang diterbitkan di dalam surat kabar Siam Rath milik Kukrit. Gaya satir dan selera humornya yang unik menawarkan pandangan tajam terhadap era-era yang dicatat oleh Kukrit. Sebagai seorang cendekiawan, ia juga menulis banyak karya non-fiksi mulai dari sejarah dan agama hingga astrologi. Yang paling menonjol adalah karya epik dan berbagai cerita pendeknya yang menggambarkan ragam aspek kehidupan serta mendokumentasikan sejarah kontemporer. Karyanya yang berjudul Many Lives (หลายชีวิตcode: th is deprecated , Lai Chiwit) juga telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Ia merupakan otoritas terkemuka dalam budaya tradisional Thailand dan memiliki minat yang sangat luas sebagai seorang polimatmath, mulai dari tari klasik Thailand hingga sastra. Atas dedikasinya yang sangat terkenal di bidang sastra, ia dianugerahi gelar Seniman Nasional Thailand untuk bidang sastra pada tahun 1985, yang merupakan tahun perdana pemberian penghargaan kehormatan tersebut. Ia juga menerima Penghargaan Peringatan Khusus dari Penghargaan Kebudayaan Asia Fukuoka pada tahun 1990, yang juga merupakan tahun perdana penghargaan tersebut diadakan. Karya-karyanya mencakup banyak subjek, mulai dari komedi hingga drama. Ia juga dikenal sebagai seorang royalis gigih dan mengabdi pada monarki sepanjang hidupnya. Ia dianggap sebagai salah satu negarawan besar di Thailand. Bekas rumah kediamannya sekarang dijadikan sebagai museum warisan budaya yang dilestarikan untuk memberikan penghormatan terhadap kehidupan dan tradisi Thailand.
Ia menikah dengan M.R. Pakpring Thongyai dan dikaruniai dua orang anak, seorang putra dan seorang putri. Ia wafat pada tanggal 9 Oktober 1995.[10]
Pencapaian
Presiden Filipina Ferdinand Marcos (kanan) menjamu Makan Malam Kenegaraan di Istana Malacañang untuk Kukrit Pramoj (kiri), Juli 1975.
Ia mendirikan Partai Aksi Sosial.
M.R. Kukrit mendirikan Partai Kemajuan pada tahun 1946 dan terpilih masuk ke dalam Parlemen pasca-Perang Dunia II yang pertama.[11]
Tampil di layar lebar bersama Marlon Brando dalam film The Ugly American (1963), di mana ia berperan sebagai Perdana Menteri Kwen Sai dan berbicara dalam bahasa Thailand serta bahasa Inggris.
Selaku Perdana Menteri, ia menjalin hubungan diplomatik dengan Tiongkok pada tahun 1975, dan mengawasi penarikan pasukan Amerika Serikat dari Thailand setelah Perang Vietnam berakhir.
Dinobatkan sebagai Seniman Nasional di bidang Sastra pada tahun 1985.
Mendirikan Rombongan Khon Thammasat di Universitas Thammasat, di mana Khon merupakan bentuk seni drama tari tertinggi dalam seni drama klasik Thailand.
Karier akting
Ketika George Englund memutuskan untuk menggunakan Thailand sebagai lokasi negara fiktif yang digambarkan dalam filmnya The Ugly American, Kukrit ditunjuk sebagai penasihat budaya untuk memastikan bahwa film tersebut secara akurat menggambarkan monarki di negara Buddhis. Englund mengalami kesulitan dalam mencari pemeran untuk peran Perdana Menteri fiktif tersebut, tetapi ia sangat terkesan dengan kehalusan budaya dan penguasaan bahasa Inggris Kukrit sehingga ia menawarkan peran tersebut kepadanya, dengan mengatakan, "Saya tidak bisa memikirkan orang lain yang bisa memainkannya dengan lebih baik." Kukrit menerima tawaran tersebut, dan menurut Englund ia mengatakan, "Lagipula kita semua adalah aktor, dan saya pikir Anda benar bahwa saya bisa memainkannya dengan lebih baik daripada siapa pun." Kemungkinan karena hal ini, setelah ia menjadi Perdana Menteri Thailand di dunia nyata pada tahun 1975, kata "Sarkhan" telah masuk ke dalam bahasa Thailand sebagai nama julukan bagi negara Thailand sendiri, yang sering kali diucapkan dengan nada sedikit mencela diri sendiri atau mengejek.
Rumah Warisan M.R. Kukrit
Rumah yang dibangun oleh M.R. Kukrit untuk dirinya sendiri di Bangkok telah didaftarkan oleh Departemen Seni Rupa sebagai 'Rumah Tokoh Penting'. Rumah ini dibuka untuk umum pada hari Sabtu, Minggu, dan hari libur resmi Thailand. Berdiri di atas lahan seluas 2 ekar (8.100m2), dikelilingi oleh taman lanskap, konsep rumah ini serupa dengan Rumah Jim Thompson di Bangkok. Lima rumah tradisional kecil khas Thailand dibongkar dan dirakit kembali di lokasi saat ini untuk dijadikan satu rumah besar. Rumah tersebut dipenuhi dengan artefak dan buku-buku yang dikumpulkan oleh pemiliknya. Penambahan pada bangunan asli meliputi pendingin ruangan (AC), kamar mandi modern, serta sebuah lift yang dipasang ketika pemiliknya sudah terlalu lemah untuk naik dan turun tangga. Rumah Warisan M.R. Kukrit terletak di 19 Soi Phra Pinit, Jalan Sathon Selatan, Distrik Sathon, Bangkok 10120.
Karya sastra
Karier sastra
Kukrit Pramoj barangkali paling terkenal di Thailand karena produksi sastranya, terutama novelnya yang berjudul Empat Masa Pemerintahan (Four Reigns), yang diterbitkan sebagai cerita bersambung di surat kabarnya Siam Rat pada tahun 1950. Four Reigns mengisahkan cerita tentang "Mae Ploi," seorang gadis muda yang tumbuh besar di istana Raja Chulalongkorn (Rama V) di mana ia menjadi pelayan bagi salah satu putri. Kukrit memperluas kisahnya setelah pernikahannya selama masa pemerintahan Rama VI, dan dalam prosesnya menceritakan kisah Thailand pertengahan abad kedua puluh melalui sudut pandang Mae Ploi. Kisah tersebut mencakup masa pemerintahan empat Raja dari Wangsa Chakri (oleh karena itu diberi judul "Empat Masa Pemerintahan"), serta Revolusi 1932 yang menentang monarki absolut.[12] Novel Four Reigns diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Tulachandra. Versi bahasa Thailand dari Four Reigns terus dikenal luas oleh orang-orang Thailand di abad kedua puluh satu karena karya ini digunakan di sekolah-sekolah Thailand, dan telah diproduksi menjadi film-film terkenal.
Hanya ada dua novel Kukrit lainnya dari sekian banyak karyanya, yaitu Many Lives dan Red Bamboo yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Selain itu, terdapat kompilasi dari beberapa tulisan dan wawancara berbahasa Inggris milik Kukrit, yang berjudul M. R. Kukrit Pramoj, His Wit and Wisdom, dihimpun oleh Vilas Manivat, dan diedit oleh Steve Van Beek. Namun demikian, tulisan-tulisan Kukrit dalam bahasa Thailand sangat banyak jumlahnya, mencakup fiksi maupun non-fiksi. Sebagian besar tulisan Kukrit pertama kali diterbitkan baik sebagai kolom atau cerita bersambung di dalam Siam Rat. Sejumlah buku yang berseri kemudian diubah bentuk menjadi buku utuh, termasuk Four Reigns.[13] Berbagai macam subjek dibahas dalam buku-buku tersebut, termasuk politik kontemporer, kecintaan Kukrit pada anjing, sejarah Thailand, sejarah Asia Tenggara, gajah, sejarah kaum Yahudi, dan banyak subjek lainnya.[14] Sebuah ulasan mengenai bukunya yang membandingkan feodalisme di Thailand yang disebut sakdina dengan yang ada di Britania baru-baru ini diterbitkan dalam bahasa Inggris. Esai Kukrit tersebut berjudul "Farang Sakdina." Artikel itu menggambarkan pandangan Kukrit tentang tata kelola pemerintahan yang baik, monarki, dan demokrasi di Thailand serta Britania Raya.[15]
M. R. Kukrit Pramoj, His Wit and Wisdom (Writings, Speeches, Interviews) 1983. Dihimpun oleh Vilas Manivat, Diedit oleh Steve Van Beek. Editions Duang Kamol. OCLC10485390
Sebagian besar warga Thailand merasa terkejut oleh penggambaran raja abad ke-19 mereka yang sangat dihormati, Mongkut, dalam drama musikal The King and I. Versi panggung dan layar lebar tersebut didasarkan pada buku tahun 1944 karya Margaret Landon yang berjudul Anna and the King of Siam. Untuk meluruskan catatan sejarah tersebut, intelektual ternama Thailand Seni Pramoj dan Kukrit Pramoj menulis catatan ini pada tahun 1948. Pramoj bersaudara mengirimkan manuskrip mereka kepada politikus dan diplomat Amerika Abbot Low Moffat (1901-1996), yang kemudian menggunakannya untuk biografinya yang berjudul Mongkut the King of Siam (1961) ISBN974-8298-12-4. Moffat menyumbangkan manuskrip Pramoj tersebut ke Perpustakaan Kongres Amerika Serikat pada tahun 1961. (Koleksi Asia Tenggara, Divisi Asia, Perpustakaan Kongres)
Terjemahan
Jonathan Livingston Seagull oleh Richard Bach, diterjemahkan dengan judul Jonathan Livingston Nang Nuan (จอนะธัน ลิวิงสตัน นางนวล; 1973)
↑Elliott Kulick, Dick Wilson (15 Maret 1994). Thailand's Turn: Profile of a New Dragon (Thailand's Turn) (Paperback). Palgrave Macmillan. hlm.84. ISBN0-312-12188-1.
↑Reference staff (30 Juli 2010). "Abbot Low Moffat Papers". Biographical Sketch. M.E. Grenander Department of Special Collections and Archives. Diakses tanggal 20 Februari 2011.
↑"Asian Collections". SOUTHEAST ASIA AND THE PACIFIC ISLANDS. The Library of Congress, Asian Reading Room. 15 November 2010. Diarsipkan dari asli tanggal 23 Oktober 2012. Diakses tanggal 8 Februari 2011. Seni and Kukrit Pramoj, The King of Siam Speaks.
↑hlm. 18-19 "Kukrit the Man a Brief Account" oleh Steve Van Beek dalam M.R. Kukirt Pramoj: His Wit and Wideom, Dihimpun oleh Vilas Manivat, Diedit oleh Steve Van Beek. edisi Duang Kamol 1983.
↑lihat "The Transformation of Values as Seen Through "Si Phaen Din" oleh Dr. Mattani Mojdara Rutnin, diterbitkan ulang dalam Kukrit Pramoj, His Wit and Wisdom (1983).
↑Van Beek, Steve (1983). "Kukrit the man: A Brief Account," hlm. 11-26, dalam Kukrit Pramoj: His Wit and Wisdom oleh Kukrit Pramoj. Bangkok: Editions Duang Kamol.