Kuadran Amenthes merupakan salah satu dari 30 peta kuadran Mars yang digunakan oleh Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melalui Program Riset Astrogeologi. Kuadran ini dikenal pula sebagai MC-14 (Mars Chart-14). Wilayah kuadran Amenthes membentang dari 225° hingga 270° bujur barat dan dari 0° hingga 30° lintang utara. Wilayah ini mencakup bagian dari Utopia Planitia, Isidis Planitia, Terra Cimmeria, dan Tyrrhena Terra. Nama Amenthes berasal dari bahasa Mesir kuno, merujuk pada tempat arwah orang mati pergi. Penamaan ini mengikuti tradisi penggunaan istilah mitologi atau geografis kuno untuk menandai fitur permukaan Mars.[1][2][3]
Salah satu unsur geomorfologi dalam kuadran ini adalah Cekungan Isidis, sebuah struktur tumbukan besar yang menjadi lokasi penemuan magnesium karbonat oleh Mars Reconnaissance Orbiter (MRO). Kehadiran mineral tersebut dianggap sebagai indikasi keberadaan air cair pada masa lampau yang tidak bersifat asam. Selain itu, kuadran Amenthes menampilkan berbagai bentuk lahan seperti dark slope streaks, alur memanjang (fossae) dan lembah sungai (vallis) yang masing-masing berkaitan dengan proses erosi, deformasi kerak, atau aliran material.[4][5]
Sejumlah kawah tumbukan di kuadran Amenthes menunjukkan pola ejekta berlapis. Bentuk lapisan ini secara umum ditafsirkan sebagai hasil tumbukan ke dalam tanah yang mengandung air atau es.[11][12] Model termal menunjukkan bahwa es bawah permukaan bersifat stabil di berbagai kedalaman, dapat mencapai sekitar 1 km di dekat ekuator, dan hanya beberapa sentimeter di lintang tinggi. Bukti langsung keberadaan es dangkal diperoleh melalui wahana Phoenix, yang mengungkap permukaan es setelah debu terangkat oleh pendorong roketnya.[13][14]
Kedalaman penetrasi tumbukan berkaitan erat dengan ukuran kawah. Kawah yang lebih besar mempunyai kemungkinan lebih besar mencapai lapisan es dan menghasilkan ejekta berlapis. Apabila kawah berukuran kecil memiliki ciri serupa, hal tersebut menunjukkan bahwa es berada sangat dekat dengan permukaan. Keberadaan es dangkal ini dianggap relevan bagi kemungkinan pemanfaatan sumber air pada masa depan.[15][16]
Secara umum, kawah tumbukan memiliki pelek dan endapan ejecta, berbeda dari kawah vulkanik yang umumnya tidak menampilkan struktur tersebut. Pada beberapa kawah di kuadran Amenthes terlihat keberadaan lapisan yang tersingkap akibat energi tumbukan yang tinggi.[17] Salah satu kawah di wilayah ini dianggap sebagai sumber meteorit nakhlite. Penanggalan berdasarkan perbandingan isotop argon menunjukkan bahwa sampel nakhlite berasal dari empat episode erupsi lava dengan rentang usia antara sekitar 93 hingga 1322 juta tahun. Temuan ini mengindikasikan bahwa pertumbuhan gunung berapi di Mars berlangsung lebih lambat dibandingkan di Bumi, di mana banyak gunung berapi berkembang cepat karena keberadaan batas lempeng tektonik. Di Mars, proses vulkanisme lebih mungkin didorong oleh aktivitas plume mantel, yaitu kolom panas material mantel yang naik dari kedalaman ke permukaan kerak planet.[18]