Kuadran Amazonis merupakan salah satu dari 30 peta kuadran Mars yang digunakan oleh Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) melalui Program Riset Astrogeologi. Kuadran ini juga dikenal sebagai MC-8 (Mars Chart-8).[1] Wilayah kuadran Amazonis mencakup area antara 135° hingga 180° bujur barat dan 0° hingga 30° lintang utara di Mars. Di dalamnya terletak Amazonis Planitia, salah satu kawasan dengan kerapatan kawah paling rendah di Mars dan dianggap sebagai bagian permukaan yang relatif muda. Amazonian Epoch dinamai berdasarkan kawasan ini. Kuadran ini juga mencakup sejumlah kenampakan khas dan tidak biasa, termasuk Formasi Medusae Fossae dan sulci.[2]
Formasi Medusae Fossae
Formasi Medusae Fossae merupakan endapan lunak yang mudah tererosi dan memanjang hampir 1.000 km di sepanjang ekuator Mars. Permukaannya menunjukkan punggungan linear (yardang) yang terbentuk oleh proses erosi angin, dengan orientasi yang mencerminkan arah angin dominan. Karakter mudah tererosi ini mengindikasikan bahwa formasi tersebut tersusun atas partikel yang terikat secara lemah, sehingga endapannya rapuh dan mudah terkikis, kemungkinan besar material berasal dari endapan debu atau abu vulkanik.[3] Pemodelan iklim global yang dilakukan oleh Laura Kerber dkk menunjukkan bahwa formasi ini dapat terbentuk dari endapan abu yang dikeluarkan oleh Apollinaris Mons, Arsia Mons, dan diduga Pavonis Mons.[4] Kawasan ini juga hampir tidak memantulkan sinyal radar, sehingga dikategorikan sebagai wilayah berpantulan rendah atau stealth region (wilayah siluman).[5]
Citra orbit menunjukkan keberadaan lapisan dengan tingkat kekerasan berbeda yang diduga berkaitan dengan variasi sifat fisik, komposisi, ukuran butir, atau derajat pemadatan. Kepadatan kawah yang rendah menunjukkan permukaan yang relatif muda.[6] Penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa sebagian besar debu yang menyelimuti permukaan Mars dan berada di atmosfer kemungkinan besar berasal dari Formasi Medusae Fossae, dengan kesesuaian unsur kimia seperti sulfur dan klorin antara formasi, permukaan, dan atmosfer Mars.[7] Debu tersebut diperkirakan cukup untuk membentuk lapisan setebal 2 sampau 12 meter apabila tersebar merata di seluruh planet.[8][9] Minimnya fitur deposisional mengindikasikan bahwa material yang tererosi umumnya sangat halus sehingga dapat tersuspensi di atmosfer dan terbawa angin jarak jauh.[10] Data dari instrumen Mars Odyssey Neutron Spectrometer (2001) menunjukkan bahwa sebagian wilayah formasi ini mengandung air.[11]