Kritik terhadap Alkitab adalah kritik yang diajukan terhadap alkitab, kumpulan teks keagamaan yang dianggap suci oleh para penganut Kekristenan, Yudaisme, Samaritanisme, dan agama-agama Abrahamik lainnya, umumnya berkaitan dengan akurasi faktual, keberterimaan moral, serta klaim ketidakbersalahan (inerrancy) yang dianut oleh para penganut literalisme Alkitab. Masih terdapat berbagai perdebatan mengenai kepengarangan kitab-kitab Alkitab dan materi apa saja yang seharusnya dimasukkan ke dalam kanon Alkitab. Kaum fundamentalis Kristen memandang Alkitab sebagai firman Allah yang sempurna, sementara kaum fundamentalis Yahudi memberikan penghormatan serupa kepada Alkitab Ibrani.
Kajian akademik modern berpendapat bahwa sebagian besar kitab dalam Alkitab memiliki kepengarangan yang tidak diketahui atau melibatkan banyak penulis, serta merupakan perpaduan antara tradisi, mitos, dan polemik, bukan semata-mata catatan sejarah yang ketat. Para pengkritik menyoroti adanya inkonsistensi dan berbagai persoalan tekstual dalam Alkitab. Penerjemahan Alkitab juga melibatkan pilihan-pilihan interpretatif dan perbedaan naskah, yang memunculkan perdebatan mengenai akurasi dan makna. Bukti arkeologis hanya mendukung sebagian kecil peristiwa dalam Perjanjian Lama dan menimbulkan pertanyaan terhadap banyak peristiwa lainnya. Para pengkritik berpendapat bahwa narasi-narasi awal Alkitab, termasuk Kitab Kejadian, eksodus bangsa Israel, dan kerajaan bersatu Israel, tidak sepenuhnya sesuai dengan bukti sejarah maupun ilmiah, karena temuan arkeologi, geologi, astronomi, biologi, dan genetika sering kali bertentangan dengan penafsiran harfiah. Meskipun keberadaan historis Yesus secara umum diterima oleh mayoritas tokoh, rincian mengenai historisitas kehidupannya tetap menjadi bahan perdebatan.
Para filsuf Elizabeth S. Anderson dan Simon Blackburn berpendapat bahwa Alkitab mengandung ketidakkonsistenan moral. Mereka mengutip sejumlah bagian yang menurut pandangan mereka mendukung perbudakan, genosida, misogini, kekerasan, dan praktik-praktik lain yang dianggap tidak etis.