Ikon ini merupakan gambar Yesus yang paling dihormati di Kepulauan Canaria.[1] Ikon ini dianggap sebagai salah satu patung religius yang paling berharga secara artistik di Spanyol,[2] dan salah satu representasi Penyaliban Yesus yang paling berharga secara artistik di Eropa.[3]
Sejarah
Ada banyak teori tentang asal usul sosok Kristus La Laguna. Profesor Joaquin Yarza beranggapan bahwa asal-usulnya adalah Eropa utara, meskipun ia tidak menyangkal asal-usulnya dari Sevilla. Studi terbaru yang dilakukan oleh Profesor Francisco Galante Gomez mengkonfirmasi bahwa patung tersebut berasal dari bengkel-bengkel yang berkembang pesat di Antwerp, sehingga menjadikannya berasal dari Flandria-Brabanzon, dan dipahat oleh Louis Van Der Vule sekitar tahun 1514.
Diklaim bahwa patung Kristus tersebut dibawa ke Venesia sebelum sampai ke Tenerife, karena kota itu merupakan pusat perdagangan dan ekonomi utama pada saat itu. Dari sana, patung itu dibawa ke Barcelona dan dari Barcelona ke Cádiz, di mana patung itu ditempatkan sementara di Gereja Salib Yang Benar di Sanlúcar de Barrameda. Setelah akhirnya tiba di Tenerife pada tahun 1520.
Selama berabad-abad, pemujaan khidmat terhadap patung Kristus ini telah menjadikannya salah satu gambar keagamaan yang paling dihormati di seluruh kepulauan. Patung ini telah diarak melalui jalan-jalan kota dalam berbagai kesempatan sepanjang sejarah, umumnya untuk memohon perantaraannya dalam berbagai bencana publik seperti epidemi, wabah penyakit, atau kekeringan yang terjadi di pulau Tenerife.
Sebelum patung Kristus dari La Laguna menerima pentahbisan uskup oleh Monsignor Domingo Pérez Cáceres pada tanggal 21 September 1947, yang menjadi uskup pertama kelahiran Tenerife yang memimpin keuskupan asalnya. Gambar Kristus telah dipindahkan secara khusus ke Katedral La Laguna untuk acara tersebut beberapa hari sebelumnya.[4]
Gereja Kristus saat ini diklasifikasikan sebagai Tempat Suci Kerajaan, dan sangat populer di kalangan umat Katolik. Gereja tersebut dikembalikan kepada komunitas Fransiskan di bangunan tambahan Biara Santo Mikael de las Victorias. Gereja Kristus dalam perjalanan sejarah diperkaya oleh pengampunan Paus yang diberikan kepada Basilika Agung Santo Yohanes Lateran di Roma.[5] "Real Santuario del Santísimo Cristo de La Laguna" terdaftar sebagai Monumen Budaya pada tahun 2005 oleh Pemerintah Kepulauan Canaria.
Selama Misa perpisahan Paus Leo XIV dalam perjalanan apostoliknya ke Spanyol pada 12 Juni 2026, Paus Leo XIV menghormati gambar Kristus dari La Laguna, yang memimpin upacara tersebut, bersama dengan Perawan Candelaria, santo dan santa pelindung Kepulauan Canaria. Upacara tersebut diadakan di pelabuhan Santa Cruz de Tenerife, dan ini menandai kunjungan kepausan pertama ke kepulauan tersebut. Kunjungna tersebut merupakan sebuah momen bersejarah, karena ini adalah pertama kalinya dalam 500 tahun gambar Kristus meninggalkan kota La Laguna.[7]
Legenda tentang asal usulnya
Di sana Terdapat legenda alternatif yang mencoba menjelaskan asal usul patung misterius ini. Beberapa legenda tersebut mengatakan bahwa patung Kristus di La Laguna dipahat oleh para malaikat dan bahkan oleh Santo Lukas sang Penginjil. Fray Luís de Quirós mengatakan bahwa patung Kristus dari La Laguna dibawa ke pulau Tenerife oleh Santo Mikael sang Malaikat Agung.[8] Dalam kedua kasus tersebut, "pematung suci" ini memahat patung dengan wajah ciri-ciri yang dimiliki Yesus Kristus pada saat penyaliban-Nya.
Legenda lain menceritakan bahwa pada suatu malam yang badai, para biarawan dari Biara San Miguel de las Victorias (sekarang Tempat Suci Kristus) merasakan ketukan di pintu, dan ketika mereka membukanya, mereka menemukan sebuah kotak besar dengan lampu-lampu terang di dalamnya. Setelah membuka kotak yang ditemukan di dalam gambar Kristus, fakta ini dianggap sebagai mukjizat.[8]
Persaudaraan Cristo de La Laguna
Dari gambar Kristus yang bertanggung jawab atas persaudaraan terbesar di Kepulauan Canaria,[9] disebut: Pontificia, Real y Venerable Esclavitud del Santísimo Cristo de La Laguna. Raja Spanyol Alfonso XIII menganugerahkan gelar "Kebangsawanan" kepada persaudaraan ini pada tanggal 19 Desember 1906, dan Paus Pius X memberinya gelar "Pontifikal" pada tanggal 15 Februari 1908.