Bandar udara terdekat dan satu-satunya yang ada di Kepulauan Selayar adalah Bandar Udara H. Aroeppala yang terletak di Padang, beberapa kilometer di sebelah selatan Kecamatan Benteng, tepatnya di Desa Bontosunggu, Kecamatan Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar. Pusat kecamatan ini terletak di Kelurahan Benteng.
SEJARAH
Dahulu Wilayah Kecamatan Benteng merupakan wilayah dari Kakaraengang Bonto Kadieng . wilayah Kecamatan Benteng sekarang merupakan gabungan dari tiga wilayah yakni Bonea ( Pusat Pemerintahan Opu Bonea zaman Belanda ) , Panggiliang, dan Bua- Bua . Ketika Belanda masuk ke Selayar , wilayah kakaraengang Bonto Kadieng di pecah menjadi empat wilayah yakni Regenschappen Opu Mare- Mare, Regenschappen Opu Bonea, Gallarangschappen Opu Gallarang Panggiliang, dan Gallarangschappen Opu Gallarang Bua- Bua . Awal mula penamaan Kota Benteng karena pada zaman Belanda di bangun Benteng pertahanan di wilayah tersebut . Kota Benteng secara resmi berdiri pada tanggal 10 Maret 1876 ketika pemerintah kolonial Belanda menyatukan wilayah Opu Gallarang Panggiliang dan wilayah Opu Gallarang Bua- Bua. Dalam sejarah nya tidak semua Gallarang adalah Opu Gallarang . Perbedaannya terletak pada struktur pemerintahan nya . Seorang Opu Gallarang hanya bertanggung jawab kepada Residen/ Asisten Residen/ Controller Belanda di Benteng namun seorang Gallarang merupakan bawahan dari Opu atau Regen wilayah sehingga bertanggung jawab nya kepada Opu atau Regen wilayah tidak kepada controller Belanda. Untuk Opu Gallarang sendiri di wilayah Selayar hanya terdapat di Benteng, Tambolongan, Rajuni, Kayuadi, dan Kalaotoa .
Pada tahun 1826 Kakaraengang Bonto Kadieng resmi di pecah menjadi dua wilayah Regenschappen yakni Regenschappen Opu Mare- Mare dan Regenschappen Opu Bonea. Kemudian Sejak 1859 pemerintah Kolonial Belanda menetapkan Panggiliang dan Bua-Bua sebagai wilayah Gallarang khusus ( Gallarangschappen) yang di pimpin oleh bangsawan lokal bergelar Opu Gallarang setelah sebelumnya sempat berada di dalam wilayah kekuasaan Opu Bonea ( Regenschappen Bonea ) . Soppe Uma Rappa menjadi Opu Gallarang atau Gallarangschappen pertama di Panggiliang dan Ama Daeng Kebo sebagai Opu Gallarang (Gallarangschappen Bua-Bua) setelah sebelumnya keduanya merupakan Gallarang bawahan Opu (Regenschappen) Bonea .
Berikut daftar Opu Gallarang / Gallarangschappen Panggiliang
Soppe Uma Rappa (1859)
Tambang Daeng ( ....-1862/63)
Uminara (1863)
Jamelong Daeng Mappata' (1865-1876)
Daftar Opu Gallarang/ Gallarangschappen Bua-Bua
Aba Daeng Kebo (.... -1859)
Abdul Rachman Daeng Massikki (...-1865)
Jakaria Daeng Matiro (1865-1870 )
Daftar Gallarang Benteng setelah Bua- Bua dan Panggiliang di satukan oleh pemerintah kolonial Belanda pada 10 Maret 1876
Jamalong Daeng Mappata' (1876-1892) sebelumnya menjabat Gallarang Panggiliang terakhir
Abdullah Daeng Patolla (1892-1903)
Jamaluddin Daeng Sirua (1903-1912)
Abdul Kadir Ince Jayalangkara (1912-1913)
Ahmad Daeng Marimba (1913-1915)
Jarolang Daeng Macora (1917-1919)
Bontoala ( Pejabat Sementara 1919)
Baso' Daeng Sirua ( 1921-1923)
Baso' Daeng Marehe (1922-1926)
Taba Daeng Karaeng (1927-1933)
Abdul Rauf Daeng Parani (1936)
Patta Arung Daeng Mangawing ( Desember 1936 ) kemudian menjadi Opu/Regen Barang- Barang
Raupung (1940-1950)
Sistem Swapraja akhirnya di hapuskan setelah Republik Indonesia Serikat di bubarkan dan sistem bernegara kembali menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pada perkembangannya pusat pemerintahan Opu Bonea juga masuk ke Wilayah Kecamatan Benteng yang kita kenal sekarang sebagai Kelurahan Benteng Utara . Wilayah Opu Bonea sendiri pada puncaknya meliputi Barugayya, Parak, Gantarang, Bonea Timur, Mare-Mare (setelah Regen Opu Mare- Mare di bubarkan) dan sebagian bekas wilayah Opu Putabangung.