Pada 11 Nove,mber 1958, kerangka Pangeran Antasari beserta istrinya dipindahkan ke lokasi ini atas keinginan masyarakat Banjar serta persetujuan keluarga. Saat dilakukan pengangkatan jenazah, tubuh Pangeran Antasari yang masih utuh adalah tulang tengkorak, tempurung lutut, dan beberapa helai rambut. Upacara pemindahan makam dan pemakamannya dihadari oleh Gubernur Kalimantan Selatan Syarkawi, Pangdam X Lambung Mangkurat Kolonel Kusno Utomo, Walikota Banjarmasin Aidan Sinaga, Dandim 1007 Kapten M. Hammy AM serta ratusan undangan lainnya.[1]
Panglima Batur, panglimaperang Banjar, pengikut setia Sultan Muhammad Seman dari kalangan suku Bakumpai. Saat meninggal akibat hukuman gantung oleh pihak Belanda, dia dimakamkan di daerah belakang Masjid Jami Banjarmasin pada tanggal 15 September 1905. Pada 21 April 1958, jenazahnya dipindahkan ke lokasi yang sekarang ini.[2]
Ratu Zaleha, pejuang perang Banjar yang merupakan cucu dari Pangeran Antasari.[2]