Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) adalah lembaga yang menaungi berbagai induk olahraga (Inorga) rekreasi di Indonesia. Olahraga rekreasi adalah salah satu jenis olahraga yang diatur dalam UU Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional. Dalam UU tersebut, sistem keolahragaan nasional dibagi menjadi olahraga pendidikan, olahraga prestasi dan olahraga rekreasi. Atlet olahraga rekreasi sering disebut sebagai pegiat olahraga.[1][2]
KORMI merupakan anggota TAFISA, organisasi internasional yang menyebarluaskan gerakan Sport for All di dunia yang bertujuan agar olahraga dilakukan oleh semua orang dari segala usia dan tingkatan ekonomi. TAFISA bersama KORMI (saat itu bernama FORMI) dan Kemenpora menyelenggarakan TAFISA World Games edisi ke-6 pada tahun 2016 di Jakarta.[3][4]
Menurut UU Nomor 5 Tahun 2005,[7]olahraga rekreasi berbeda dari olahraga prestasi karena bertujuan untuk:
Memperoleh kesehatan, kebugaran jasmani, dan kegembiraan
Membangun hubungan sosial
Melestarikan kekayaan budaya daerah dan nasional
Selain itu, tujuan dari Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) adalah untuk mempromosikan, mengembangkan dan meningkatkan olahraga di masyarakat Indonesia. KORMI bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam berbagai kegiatan olahraga, baik secara kompetitif maupun rekreasi. Beberapa tujuan umum KORMI meliputi:
Meningkatkan kesehatan dan kebugaran masyarakat: KORMI berupaya untuk mengedukasi masyarakat mengenai manfaat olahraga untuk kesehatan dan memotivasi mereka untuk aktif secara fisik.
Membangun bakat olahraga: KORMI berperan dalam mencari, melatih, dan mengembangkan bakat-bakat olahraga di masyarakat Indonesia. Mereka dapat mengadakan program pembinaan, seleksi, dan pelatihan bagi pegiat muda yang berpotensi.
Meningkatkan prestasi olahraga: KORMI memiliki peran dalam meningkatkan prestasi olahraga Indonesia baik di tingkat nasional maupun internasional. Mereka dapat mendukung pegiat-pegiat dalam persiapan, pengiriman, dan partisipasi dalam berbagai kompetisi olahraga.
Mengadakan kegiatan olahraga dan event nasional: KORMI mengorganisasi berbagai kegiatan olahraga seperti turnamen, festival olahraga, pertemuan antarklub, dan lain sebagainya. Tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam olahraga.
Membangun infrastruktur olahraga: KORMI bersama dengan Inorga juga berperan dalam membangun dan meningkatkan fasilitas olahraga di masyarakat, termasuk lapangan, stadion, pusat kebugaran, dan tempat latihan lainnya. Hal ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung untuk berolahraga.
Sejarah
KORMI bermula dari Federasi Olahraga Masyarakat Indonesia (FOMI) yang didirikan oleh beberapa induk organisasi olahraga. Seiring berkembangnya waktu dan dinamika di Pemerintahan, FOMI pun bertransformasi menjadi Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) dan pada tahun 2020 kembali melakukan perubahan menjadi Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia atau KORMI dan ditahun 2022 melakukan perubahan lagi dengan menghapuskan kata Rekreasi dan menjadi Komite Olahraga Masyarakat Indonesia melalui proses Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang diselenggarakan pada hari Rabu 22 Februari 2023.[butuh rujukan]
Anggota
KORMI memiliki cabang di seluruh provinsi di Indonesia. KORMI menaungi berbagai induk olahraga atau Inorga di Indonesia yang dibagi menjadi tiga kategori.[5] Aturan olahraga rekreasi tidak seketat olahraga prestasi, sehingga beberapa olahraga misalnya street soccer dan airsoft dinaungi lebih dari satu Inorga yang mengadakan cabor sendiri pada FORNAS.[8] Beberapa anggota KORMI juga merupakan anggota KONI, misalnya IODI (dancesport), Gateball dan FPTI (panjat tebing). FPTI memanfaatkan FORNAS untuk mencari bibit atlet baru dengan melombakan kategori umur antara 10-13 tahun.[9][10]
Setiap dua tahun, KORMI mengadakan Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS). KORMI tingkat provinsi mengadakan Festival Olahraga Rekreasi Provinsi (FORPROV).
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.