Mahyong di Tiongkok
Salah satu mitos tentang asal-usul Mahyong mengatakan bahwa Kong Hu Cu,[1] sang filsuf Tiongkok, telah mengembangkan permainan ini sekitar tahun 500 SM. menurut mitos ini, permainan ini muncul bersamaan di berbagai provinsi Tiongkok bertepatan dengan perjalanan Kong Hu Cu ketika ia menyebarkan ajaran-ajarannya yang baru. Namun tidak ada bukti yang mendukung pernyataan ini. Ketiga batu naga (utama) juga sesuai dengan ketiga kebajikan utama yang diwariskan oleh Kong Hu Cu. Zhong (
, tengah) yang berwarna merah, Fa (
, kemakmuran) hijau, Bai (
, putih) Putih berarti kedermawanan, ketulusan, dan setia kepada keluarga, juga dalam mitos ini. Kenyataannya, "tengah" di sini kemungkinan sekali sebuah rujukan kepada 中国 (zhōngguó) — atau Tiongkok, nama resminya dalam bahasa Tionghoa.
Mitos ini juga mengklaim bahwa Kong Hu Cu suka akan burung-burung. Hal ini agaknya menerangkar arti nama "Mahyong" (burung gereja). Kong Hu Cu berasal dari Tiongkok Selatan, dan "Mahyong" berasal dari ucapan nama dalam bahasa Yueyu (Kantonis) yang dibaratkan untuk permainan ini (pengucapan dialek Tionghoa Selatan sesungguhnya lebih dekat ke ucapan Tionghoa klasik (jadi, lebih konservatif) . Namun, tidak ada bukti bahwa mahjong sudah ada sebelum era Taiping sehingga tampaknya tak mungkin bahwa Kong Hu Cu adalah pencipta permainan ini.
Sebuah teori lain menyiratkan bahwa permainan ini dikembangkan dari permainan kartu dan domino Tionghoa yang sudah ada sebelumnya sekitar tahun 1850. Beberapa sejarawan percaya bahwa permainan ini didasarkan pada permainan kartu Tionghoa yang bernama Mádiào (馬吊) (juga dikenal sebagai Ma Tiae, artinya, Kuda Gantung; atau Yèzí (葉子), Daun) pada awal Dinasti Ming. Permainan ini menggunakan 40 lembar kartu yang mirip dengan kartu-kartu yang digunakan dalam permainan Ya Pei. Ke-40 kartu ini, yang diberi nomor 1-9 dalam 4 ragam bersama-sama dengan empat kartu bunga tambahan, sangat mirip dengan penomoran untuk batu-batu mahjong sekarang. Hingga kini masih ada perdebatan tentang siapa yang menciptakan permainan ini. Sebuah teori mengatakan bahwa para perwira tentara Tiongkok yang bertugas pada masa Pemberontakan Tai Ping menciptakan permainan ini untuk melewatkan waktu. Teori lain mengatakan bahwa seorang bangsawan yang tinggal di daerah Shanghai menciptakan permainan ini antara 1870 dan 1875. Diduga bahwa sekitar 1850 di kota Níngpō dua bersaudara menciptakan Mahjong dari permainan Mádiào yang telah ada sebelumnya.
Permainan tradisional Tionghoa ini dilarang di negaranya sendiri pada 1949, ketika Republik Rakyat Tiongkok terbentuk. Pemerintahan komunis yang baru menganggap segala bentuk kegiatan judi sebagai lambang kebusukan kapitalis. Setelah Revolusi Kebudayaan, permainan ini dihidupkan kembali, dan sekali lagi Mahjong menjadi permainan rekreasi rakyat Tiongkok.