Kolesevelam adalah pengikat asam empedu yang diberikan secara oral. Obat ini dikembangkan oleh GelTex Pharmaceuticals dan kemudian diakuisisi oleh Genzyme. Di AS, obat ini dipasarkan oleh Daiichi Sankyo dengan merek dagang Welchol dan di tempat lain oleh Genzyme dengan merek Cholestagel. Di Kanada, obat ini dipasarkan oleh Valeant dengan merek Lodalis.
Kegunaan klinis
Kolesevelam diindikasikan sebagai tambahan diet dan olahraga untuk menurunkan kolesterol lipoprotein densitas rendah (LDL-C) yang meningkat pada pasien dengan hiperlipidemia primer sebagai monoterapi dan untuk meningkatkan kontrol glikemik pada orang dewasa dengan diabetes melitus tipe 2.[4]
Kolesevelam adalah salah satu sekuestran asam empedu, yang bersama dengan niasin dan statin, merupakan tiga jenis utama penurun kolesterol. Statin dianggap sebagai agen lini pertama. Hal ini disebabkan oleh banyaknya bukti yang mendukung kemampuan statin untuk mencegah penyakit kardiovaskular, serta efek samping yang menonjol darinya termasuk perut kembung dan sembelit (sekuestran asam empedu) dan kemerahan pada kulit (niasin). Efek samping ini seringkali menyebabkan rendahnya kepatuhan pasien dalam meminumnya.[5]
Kolesevelam dapat digunakan sebagai pengganti kolestiramin pada diarekronis simtomatik akibat malabsorpsi garam empedu (diare asam empedu), yang dapat berupa kondisi primer, atau sekunder akibat penyakit Crohn atau sindrom pasca kolesistektomi.[6][7][8]
Konstituent
Kolesevelam adalah polialilamina yang dimodifikasi. Polialilamina dibuat dengan cara mengikat silang polialilamina dengan epiklorohidrin, kemudian dimodifikasi dengan bromodekana dan (6-bromoheksil)trimetilamonium bromida. Ion bromida kemudian digantikan dengan ion klorida ketika bahan tersebut dicuci.[9]
Komponen polimer kolesevelam yang ditunjukkan sebagai subunit yang tidak ada secara langsung dalam produk akhir adalah:
Kolesevelam termasuk dalam kelas obat pengikat asam empedu. Kolesevelam hidroklorida adalah polimer penurun lipid yang tidak diserap yang mengikat asam empedu di usus, menghambat reabsorpsinya. Ketika cadangan asam empedu berkurang, enzim hati yakni kolesterol 7-α-hidroksilase meningkat, yang meningkatkan konversi kolesterol menjadi asam empedu. Hal ini menyebabkan peningkatan kebutuhan kolesterol di sel-sel hati, yang menghasilkan efek ganda yaitu peningkatan transkripsi dan aktivitas enzim biosintesis kolesterol yakni HMG-CoA reduktase, dan peningkatan jumlah reseptor LDL hati. Efek kompensasi ini menghasilkan peningkatan pembersihan LDL-C dari darah, yang mengakibatkan penurunan kadar LDL-C serum. Kadar TG serum dapat meningkat atau tetap tidak berubah.[10]
Efek samping
Kejadian dasar flatulensi dan diare sama pada pasien dalam uji klinis terkontrol, dan lebih tinggi pada kelompok plasebo. Hanya sembelit dan dispepsia yang terbukti terjadi pada persentase pasien yang lebih tinggi yang menerima obat ini, dibandingkan dengan kelompok plasebo. Efek samping umumnya ringan atau sedang. Dalam penggunaan kolesevelam dalam kombinasi dengan statin, tidak terjadi efek samping yang sering terjadi dan tidak terduga.[11]
↑"Cholestagel EPAR". European Medicines Agency (EMA). 10 March 2004. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 15 April 2021. Diakses tanggal 16 August 2024.
↑Wedlake L, Thomas K, Lalji A, Anagnostopoulos C, Andreyev HJ (November 2009). "Effectiveness and tolerability of colesevelam hydrochloride for bile-acid malabsorption in patients with cancer: a retrospective chart review and patient questionnaire". Clinical Therapeutics. 31 (11): 2549–2558. doi:10.1016/j.clinthera.2009.11.027. PMID20109999.