Menurut keterangan Mpek Yo Tjong Hin, Vihara Karunayala sudah cukup tua. Sudah ada sejak 300 tahun silam. Ketika itu masih berbentuk rumah kebaya yang berdinding papan dengan dua pintu.
"Saat itu umat hanya memuja gambar tua Kongco Kwan Seng Tee Koen. Namun gambar tua di atas selembar kertas antisobek itu, sampai sekarang tidak tahu raib ke mana," ujar Tjong Hin, yang pada dekade 1960-an menjabat sebagai Wakil Ketua Perkumpulan Boen Hay Bio.
Seingat Tjong Hin, gambar tua yang hilang itu berupa Kongco Kwan Seng Ter Koen sedang menunggang kuda dengan pakaian perang kebesarannya.
Sekarang, setelah mengalami renovasi, Boen Hay Bio memiliki patung Kongco Kwan Seng Tee Koen beserta dua orang pengawal sebagai tuan rumah.
Tiga Serangkai
Klenteng Boen Hay Bio (Vihara Jala) memiliki dua saudara yaitu KlentengBoen Tek Bio (Vihara Padumutara) berada di Pasar Lama Tangerang yang di bangun tahun 1684, dan Klenteng Boen San Bio (Vihara Nimmala) berada di Pasar Baru Tangerang di bangun tahun 1689 ketiganya dibangun dipinggiran kali Cisadane dan berada pada satu garis lurus.
Arti filosofi dari ketiga klenteng tersebut Kebajikanya (Tek) Setinggi Gunung (San) dan Seluas Lautan (Hay)
↑Boen Hay Bio. "Boen Hay Bio - Sejarah". Boen Tek Bio (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diarsipkan dari asli tanggal 2017-10-08. Diakses tanggal 10 October 2017.