Satu spesimen kijang roosevelt[2] (Muntiacus rooseveltorum) tunggal dipresentasikan kepada Museum Field pada 1929 setelah ekspedisi Kelley-Roosevelts yang diorganisir oleh Theodore (Jnr) dan Kermit Roosevelt. Spesimen ini sedikit lebih kecil dari kijang biasa dan uji DNA telah menunjukkan bahwa spesimen ini berbeda dari spesies-spesies kijang yang saat itu baru ditemukan. Spesimen ini mewakili subspesies dari kijang fea, yang sebarannya adalah di pegunungan di barat laut wilayah ekspedisi, terpisah oleh dataran rendah. Namun tanpa bukti dukungan, penempatan kijang roosevelt masih belum bisa dipastikan. Kebun Binatang Berlin diduga memiliki spesies ini di antara tahun 1961 dan 1972 (setelah impor dari Vietnam Utara), tetapi terdapat kemungkinan bahwa spesimen tersebut sebenarnya adalah kijang india, subspesies annamensis.[3]
Kijang roosevelt diyakini telah punah sejak 1929. Namun, terdapat beberapa klaim terbaru penemuan kembali spesies ini melalui bukti seperti tengkorak milik penduduk desa di pegunungan Truong Son (Annamit) di Laos utara dan Vietnam barat laut. Baru-baru ini, foto-foto dari kamera jebakan di Suaka Alam Xuan Lien di Vietnam tampaknya telah mengidentifikasi dua individu.[4]
Rediscovery of Roosevelt's Barking Deer (Muntiacus rooseveltorum), George Amato, Mary G. Egan, George B. Schaller, Richard H. Baker, Howard C. Rosenbaum, William G. Robichaud, Rob DeSalle, Journal of Mammalogy, Vol. 80, No. 2 (May, 1999), pp.639–643