Artikel ini mengenai Ketepeng atau Gelinggang (Senna alata) spesies tumbuhan dalam keluarga Fabaceae sejenis tanaman liar semak, perdu, rimbun. Untuk arti yang lain, lihat Ketapang.
Ketepeng Cina atau gelinggang (Senna alata) adalah tanaman liar semak, perdu, rimbun yang berasal dari Amerikatropis.[1] Ketepeng sendiri adalah peyebutan umum dari tanaman genus Senna, beberapa penyebutan lainya di Indonesia kerap sebut daun kupang, ketepeng, daun kurap, gelenggang , kupang-kupang (Melayu), Gelinggang (Paser), ura'kap (Busang), ketepeng cina, ketepeng kebo (Jawa), ki manila, ketepang badak (Sunda), saya mara, haya mara (Halamahera Utara), acon-aconan (Madura), tabankun (Tidore) dan kupang-kupang (Ternate).
Ketepeng kerap kali dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk mengobati penyakit luar (kulit) tubuh ketimbang dalam.
Pemerian
Tinggi pohon dapat mencapai 5 meter. Batang berkayu, berbentuk bulat, simpodial, kulit batang berwarna cokelat kotor. Daun ketepeng majemuk, tumbuh menyirip dengan jumlah genap, anak daun berkisar 8 hingga 24 pasang. Berbentuk bulat panjang dengan ujung tumpul atau oval dengan pinggiran daun rata, serta panjang daun antara 3,5–15cm, dan lebar 2,5–9cm.
Bunga ketepeng bunga majemuk, tandan. Kelopak bunga terbagi lima, dengan benangsari berjumlah tiga dan berwarna kuning. Daun pelindung bunga pendek, berwarna jingga kecoklatan, bunga berbentuk kupu-kupu, berwarna kuning keemasan dengan tumbuh mengarah (menghadap) keatas.
Bentuk buah Ketepeng polong, panjang18 cm dan lebar 2,5cm. Buah muda berwarna hijau, saat sudah tua warnanya menjadi hitam kecoklatan. Biji Ketepeng segitiga lancip, pipih, setelah tua mejadi hitam.
Habitat
Ketepeng merupakan tanaman liar yang dapat tumbuh di mana saja, akan tetapi paling banyak dijumpai dipinggiran sungai, semak blukar, kebun, hutan dalam, pinggiran hutan, sawah hingga ladang.
Daun ketepeng (Cassia alata) berkhasiat sebagai obat kurap, kudis, gatal-gatal, panu, obat luka dan obat malaria alami. Untuk mengatasi kudis dipakai ± 10 gram daun segar ketapang segar, dicuci lalu ditumbuk sampai hancur, kemudian ditempelkan pada area kulit yang terdapat kudis kemudian dibalut dengan kain bersih.