KRL ini menggunakan komponen produksi dalam negeri maupun luar negeri. Pada bagian sistem kelistrikan dan penggerak, KRL ini menggunakan komponen yang diproduksi oleh Toyo Denki Seizo[ja].[3] Sedangkan pada sistem pengereman, KRL ini menggunakan komponen yang diproduksi oleh Nabtesco[ja; en].[4][5]
KRL seri iE305 memiliki formasi 12 unit kereta pada setiap rangkaian,[6] dan kesemuanya berkedudukan di Depo KRL Depok.
Sejarah
KAI Commuter dan PT INKA menandatangani kontrak pengadaan 16 rangkaian atau 192 unit iE305 pada 9 Maret 2023.[1][7] Pengiriman seluruh rangkaian iE305 akan dilakukan secara bertahap dari tahun 2025 hingga 2027.
Rangkaian pertama dari iE305 telah selesai diproduksi pada Maret 2025. Pada tanggal 10 hingga 12 Maret 2025, pengujian awal dilakukan di pabrik PT INKA di Madiun.[6]
Proses pengiriman
Pada 17 Maret 2025, rangkaian pertama dari enam belas rangkaian iE305 dikirimkan dari pabrik INKA di Madiun menuju Depo KRL Solo Jebres, setelah sehari sebelumnya pada 16 Maret 2025 untuk pertama kalinya menuju ke luar area pabrik dan dipamerkan kepada jurnalis di Stasiun Madiun.[6]Depo KRL Solo Jebres merupakan Depo KRL milik Balai Perawatan Perkeretaapian DJKA yang dikelola oleh KAI Commuter.[8]
Pengiriman setiap rangkaian dilakukan dalam 2 tahap, dengan masing-masing tahap sebanyak 6 kereta dan ditarik lokomotif dengan disertai beberapa unit kereta tanpa penggerak guna membantu pengereman.
Pada tanggal 16–17 April 2025, rangkaian pertama iE305 dikirim menuju Depo KRL Depok melalui Purwokerto. Sama seperti saat dikirim dari pabrik menuju Solo Jebres, pengiriman setiap rangkaian juga dilakukan dalam 2 tahap, dengan masing-masing tahap sebanyak 6 kereta. Pengiriman tersebut memakan waktu hingga 24 jam.[5]
Pada siang hari, tanggal 18 Maret 2025, KRL seri iE305 menjalani uji coba di sekitar stasiun Solo Jebres. Uji coba tersebut sebagai pengenalan awal bagi masinis terhadap sistem kendali kereta dan penyesuaian parameter.[2]
Pada malam hingga dini hari, tanggal 19 Maret 2025, iE305 untuk pertama kalinya menjalani uji coba dengan kecepatan penuh, yaitu 120 km per jam, pada jalur kereta api Solo Jebres–Yogyakarta di antara Solo Jebres hingga Lempuyangan. Pada siang harinya, uji coba kembali dilakukan dari Solo Jebres, tetapi hanya sampai Klaten.[9] Uji coba tersebut dilakukan oleh Industri Kereta Api, KAI Commuter, Toyo Denki serta Surveyor Indonesia selaku konsultan pengawas dan pengujian.[6]
KRL seri iE305 dan SFC120-V (CLI-125) saat dipamerkan dalam peringatan 100 tahun pengoperasian KRL di Indonesia.
Uji coba dilakukan dengan mengacu pada parameter yang diatur pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 49 Tahun 2023 tentang Standar, Tata Cara Pengujian, dan Sertifikasi Kelaikan Kereta Api Kecepatan Normal Dengan Penggerak Sendiri. Pengujian tersebut terdiri dari Uji Rancang Bangun dan Rekayasa, Uji Statis dan Uji Dinamis.[12]
Pada tanggal 16 Desember 2025, rangkaian KRL iE305 nomor satu dan dua melaksanakan uji coba terbatas dengan penumpang umum pada Commuter Line Bogor.[13]
Pada tanggal 22 Mei 2026, rangkaian KRL iE305 nomor lima dan tujuh (keesokan harinya) melaksanakan uji coba dengan penumpang umum pada Commuter Line Cikarang.
Asal-usul penomoran kode
kode iE305 merupakan singkatan dari i (Indonesia) E (Elektrik) 3 (tegangan listrik yaitu 1.500 V DC) dan 05 (merupakan nomor seri). adapun kode CLI-225 yang merupakan nama teknis pada kabin dan bodi sebelum nama iE305 dirilis secara luas.[14] kode CLI-225 juga dipakai di bodi kereta bagian interior maupun eksterior. Setelah trainset 07 diproduksi pada tahun 2026, CLI-225 tidak lagi dipakai mulai trainset 07 tersebut dan seterusnya, sehingga namanya berubah menjadi CLI-226.
Desain
Eksterior
Livery Gelombang Ombak yang menyambung dibagian samping KRL
Desain tampak luar KRL ini memiliki kemiripan dengan Kereta rel listrik JR East seri E235 dengan bentuk bodi persegi bulat serta kaca kabin masinis yang lebih luas dibandingkan KRL sebelumnya. Pada bagian bawah depan kabin masinis terdapat ornamen berupa bintik-bintik berwarna merah yang terinspirasi dari desain KRL JR East E235. Selain itu, pada sisi bodi kereta terdapat livery bermotif gelombang dengan skema warna merah, abu-abu, dan hitam yang menyambung dari kereta pertama hingga terakhir, yang oleh KAI Commuter disebut sebagai “Gelombang Ombak”. Di atas kabin masinis juga terpasang panel informasi tujuan berupa teks berjalan (running text).[15][16]
Interior
Bagian interior pada KRL iE305
Kursi prioritas pada KRL iE305
Kursi prioritas yang dapat dilipat dan ruang kosong untuk kursi roda dan Kereta bayi pada KRL iE305
Sistem layar informasi penumpang (PIDS) pada KRL iE305
Kabin masinis KRL iE305
Interior KRL seri iE305 terdapat fasilitas yang disediakan, diantaranya terdapat kursi prioritas berwarna biru tua, Papan informasi digital di atas pintu otomatis, CCTV (kamera pengawas), rak bagasi yang terletak di atas jendela penumpang, serta ruang kosong yang digunakan untuk pengguna kursi roda dan kereta bayi.[15] Selain itu, terdapat juga bel pintu (door chime) yang berbunyi saat pintu dibuka dan ditutup.
Formasi Rangkaian
Setiap satu rangkaian KRL iE305 terdiri atas 12 kereta. Susunan ini mencakup dua unit kabin masinis yang terletak di kereta pertama (paling depan) dan kereta kedua belas (paling belakang). Kedua kereta ini tidak memiliki motor penggerak dan disebut sebagai kereta trailer dengan kabin masinis (Tc – Trailer cab).
Sementara itu, kereta-kereta lainnya terbagi menjadi beberapa tipe, yaitu:
M1 dan M2: Kereta bermotor (Motor cars) dengan peralatan traksi yang berbeda.
T1, T2, dan T3: Kereta tanpa motor (Trailer) yang berfungsi sebagai penghubung antarkereta dan distribusi beban.
Secara umum, formasi standar rangkaian iE305 disusun sebagai berikut:
*)Tidak pernah dioperasikan KAI Commuter secara langsung, namun pernah beroperasi di layanan-layanan yang kemudian diambil alih KAI Commuter di Jabodetabek, Bandung, Yogya-Solo, dan Surabaya
*dioperasikan oleh PT KAI Commuter Jabodetabek (hingga 20 September 2017) dan PT Kereta Commuter Indonesia (hingga saat ini)
**dioperasikan oleh PT Kereta Api Divisi Angkutan Perkotaan Jabotabek (hingga 15 September 2008) & PT KA Commuter Jabodetabek (hingga 2 Juli 2011)
***operasional dialihkan dari swakelola perusahaan induk karena berfokus pada layanan antarkota dan aglomerasi.
****operasional dialihkan dari KAI Bandara