Penyebab
Biasanya hamil ektopik berisiko tinggi terjadi pada seseorang yang sering mengeluhkan keputihan berulang. Hal tersebut menandakan adanya infeksi pada organ intim wanita.[1]
Infeksi berulang pada organ intim inilah yang dapat menyebabkan kuman bermigrasi naik ke saluran tuba fallopi, yang merupakan saluran tempat berkumpulnya ciliata (rambut getar) yang bisa membantu pergerakan embrio masuk ke dinding rahim.
Terjadinya kerusakan pada tuba fallopi, misalnya karena infeksi. Sehingga, dengan adanya kerusakan ini akan menghalangi sel telur yang tepat dibuahi untuk masuk ke rahim sehingga akhirnya menempel dalam tuba falopi itu sendiri atau organ lain.
Faktor risiko kehamilan ektopik antara lain: usia, adanya riwayat kehamilan ektopik, infeksi panggul, merokok, infertilitas, riwayat abortus, dan pil progestin.[2]
Usia perempuan lebih dari 35 tahun lebih rentan mengalami kehamilan ektopik. Kebiasaan merokok dan terjadinya infeksi panggul bisa menjadi penyebab kehamilan ektopik karena menyebabkan disfungsi tuba.[3]
Gejala Kehamilan Ektopik
Gejala kehamilan ektopik antara lain mengalami rasa nyeri yang sangat di daerah panggul, perut, bahu, atau leher. Kemudian, merasakan sakit pada satu sisi perut, bercak ringan atau flek yang keluar dari jalan lahir, pendarahan hebat, pusing, atau pingsan.[4]