Induksi persalinan adalah intervensi obstetri umum yang merangsang permulaan persalinan menggunakan metode buatan.[1] Tingkat induksi persalinan meningkat hampir dua kali lipat sejak tahun 1990.[2] Terdapat variasi besar dalam tingkat Induksi persalinan di seluruh dunia, dan hal ini dapat disebabkan oleh variabilitas dalam pedoman dan kurangnya konsensus mengenai pedoman praktik klinis mengenai Induksi persalinan. Saat ini, di negara-negara berpendapatan tinggi, proporsi neonatus yang lahir dengan Induksi persalinan diperkirakan sekitar 25%. Sebaliknya, angka tersebut umumnya lebih rendah di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah.[1]
Indikasi
Ada indikasi waktu persalinan terlambat prematur, cukup bulan awal, cukup bulan, dan pasca cukup bulan, tergantung pada riwayat obstetri dan kesehatan pasien. Induksi persalinan diindikasikan ketika diperkirakan bahwa hasil pada janin, ibu, atau keduanya lebih baik dibandingkan dengan penatalaksanaan ekspektatif, yaitu menunggu permulaan persalinan spontan. [3]American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) memiliki daftar panjang rekomendasi mengenai waktu persalinan, dengan beberapa skenario klinis yang lebih umum tercantum di bawah ini:[4]
Oligohidramnion dengan waktu kehamilan 36 0/7 hingga 37 6/7 minggu
Pembatasan pertumbuhan intrauterin janin, tanpa Doppler abnormal, dengan waktu kehamilan 38 0/7 hingga 39 6/7 minggu
Keterbatasan pertumbuhan intrauterin janin, tanpa aliran diastolik akhir, dengan waktu kehamilan 34 0/7 minggu
Pembatasan pertumbuhan intrauterin janin, dengan aliran diastolik akhir terbalik, dengan waktu kehamilan 32 0/7 minggu
Hipertensi kronis, tidak dalam pengobatan, dengan waktu kehamilan 38 0/7 hingga 39 6/7 minggu
Hipertensi gestasional yang waktunya pada usia kehamilan 37 0/7 minggu atau pada saat terdiagnosis jika terdiagnosis terlambat
Preeklampsia tanpa gejala berat dengan waktu kehamilan 37 0/7 minggu atau pada saat diagnosis jika didiagnosis kemudian
Preeklampsia dengan gambaran berat dengan waktu kehamilan 34 0/7 minggu atau pada saat diagnosis jika didiagnosis kemudian
Diabetes pregestasional terkontrol dengan baik, dengan waktu kehamilan 39 0/7 hingga 39 6/7 minggu
Diabetes gestasional (GDM), diet, atau olahraga terkontrol, dengan waktu kehamilan 39 0/7 hingga 40 6/7 minggu
Ketuban pecah dini sebelum melahirkan (PPROM) dengan waktu kehamilan 34 0/7 minggu atau pada saat diagnosis jika didiagnosis terlambat Jangka akhir dengan waktu kehamilan 41 0/7 hingga 41 6/7 minggu