Menurut legenda lokal, Sendang Tawun pertama kali ditemukan oleh Ki Ageng Metawun dan dikelola oleh putranya, Raden Ludrojoyo, pada abad ke‑15.[2] Saat Ludrojoyo melakukan tapa kungkum hingga menghilang, dipercaya bahwa sendang bergeser lokasinya ke tempat yang saat ini dikenal sebagai Sendang Tawun. Sejak saat itu, masyarakat memaknai keberadaan sendang sebagai berkah berkelanjutan, dan menggelar upacara pembersihan tahunan sebagai penghormatan dan bentuk syukur.[3]
Pelaksanaan
Pelaksanaan Kedhuk Beji berlangsung selama lima hari, dimulai dari KamisKliwon hingga SelasaKliwon pada bulan Surakalender Jawa.[4] Prosesi dimulai dengan doa dan selamatan, dilanjutkan dengan gotong royong membersihkan area sendang dan mandi lumpur oleh warga. Pada puncaknya, juru kunci atau keturunan Ludrojoyo melakukan penyilepan (menyelam) ke dasar sendang untuk menukar kendi lama dengan kendi baru berisi air. Ritual ini dilengkapi dengan sesaji berupa kambing yang disembelih dan kepala kambing yang diletakkan di lubang sendang.[5] Di sela-sela acara juga diisi dengan hiburan tradisional dan pementasan Tari Kecetan.[2]
Nilai dan fungsi budaya
Kedhuk Beji sarat akan nilai spiritual—sebagai bentuk syukur dan permohonan kesejahteraan—serta nilai ekologis, yaitu menjaga kelestarian air dan lingkungan sekitarnya.[6] Secara sosial, tradisi ini mempererat solidaritas masyarakat melalui kegiatan gotong royong dan prosesi bersama. Secara edukatif, ritual ini menjadi sarana pengenalan nilai sejarah desa dan penghormatan terhadap leluhur seperti Raden Ludrojoyo.[butuh rujukan]
Selain itu, pelestarian tradisi ini juga dilakukan melalui pendekatan edukatif dan partisipatif dengan melibatkan lembaga pendidikan, sanggar seni, serta masyarakat umum agar nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya tetap terwariskan kepada generasi muda. Penyelenggaraan ritual Kedhuk Beji kini tidak hanya sebagai bagian dari siklus budaya lokal, tetapi juga menjadi wahana promosi potensi wisata budaya Kabupaten Ngawi, khususnya destinasi wisata religi dan ekologi di sekitar Sendang Tawun.[butuh rujukan]
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.