Kedalaman WeberPeta tektonik Busur Banda, Kedalaman Weber terletak di cekungan busur mukaLokasi Laut Banda di Asia TenggaraLaut Banda di tengah Kepulauan MalukuPeta Lempeng Laut Banda. Kedalaman Weber berada di lokasi nomor 57 pada peta tersebut
Para peneliti meyakini bahwa Kedalaman Weber terbentuk ketika bagian dari kerak Bumi terputus di sepanjang bentangan sesar sejauh 120km (75 mil) di cincin api, yang disebut Pelepasan Banda. Patahan tersebut disebabkan oleh tektonika lempeng yang menciptakan robekan cekungan busur belakang di dasar laut. Di beberapa bagian Kedalaman Weber, tidak ada kerak samudra di dasar laut akibat robekan tersebut. Robekan tersebut memiliki luas sekitar 60.000km2 (23.166 mil persegi). Para peneliti meyakini bahwa Kedalaman Weber adalah sesar terbuka terbesar di dunia yang terletak pada cincin api.
Sesar di sepanjang Kedalaman Weber dan Laut Banda masih aktif. Peristiwa paling ekstrem pada sesar yang pernah tercatat terjadi pada tahun 1629. Sebuah gempa bumi megathrust berskala 9,2 Skala Richter memicu tsunami setinggi 15 meter (49 kaki). Selama sembilan tahun setelah 1629, wilayah tersebut mengalami serangkaian gempa susulan.
Daratan terdekat dengan Kedalaman Weber berada di ujung timur Laut Banda, yang dikelilingi oleh Kepulauan Watubela, Timor, Buru, Seram, Ambon, dan Pulau Kur. Di sebelah barat Kedalaman Weber terdapat Busur Vulkanik Banda yang juga disebut Busur Dalam Banda. Pulau vulkanik Manuk adalah daratan yang terdekat dengan Kedalaman Weber di dalam Busur Vulkanik tersebut. Dasar Kedalaman Weber diperkirakan berusia 3,0 hingga 0,5 juta tahun. Dasar laut yang masih muda ini tercipta dari perluasan (robekan) Laut Banda ke arah timur. Kedalaman Weber membentang sepanjang sekitar 450km dari utara ke selatan.[2][3][4]
Nama Kedalaman Weber diambil dari Max Carl Wilhelm Weber (1852–1937), pemimpin sebuah ekspedisi biologi kelautan, ekspedisi Siboga, yang menggunakan kapal meriam sepanjang 50,6 meter bernama Siboga milik angkatan laut Hindia Belanda. Max Weber adalah seorang profesor di Universitas Utrecht dan Universitas Amsterdam di Amsterdam, perjalanan pertamanya ke Laut Banda dilakukan pada tahun 1881. Ekspedisi biologi tersebut berangkat dari Amsterdam menggunakan kapal Siboga pada tanggal 16 Desember 1898. Ekspedisi ini juga melakukan pengukuran kedalaman laut.[5]
Kedalaman Weber ditemukan pada tahun 1929 oleh kapal HMS Willebrord Snellius buatan tahun 1928 sepanjang 204 kaki (dinamai dari Willebrord Snellius) yang menggunakan perum gema pada sebuah ekspedisi oseanografi Belanda ke Laut Banda dari Maret 1929 hingga November 1930. Hilbrand Boschma (1893–1976) adalah seorang pakar zoologi Belanda yang tergabung dalam ekspedisi tersebut.[6][7] Pada tahun 1951, ekspedisi yang lebih mendalam mengenai Kedalaman Weber dan Laut Banda dilakukan dalam Ekspedisi Laut Dalam Galathea yang berlangsung dari tahun 1950 hingga 1952. Berbagai ekspedisi tersebut menemukan teripang laut dalam dan bakteri aerobik di dasar laut Kedalaman Weber.[8][9][10][11]
Lihat pula
Cari di Wikimedia Commons
Wikimedia Commons memiliki media yang berhubungan dengan (kategori):
Ponder, H. W. (1944) In Javanese waters; some sidelights on a few of the countless lovely, little known islands scattered over the Banda sea & some glimpses of their strange & stormy history London, Seeley, Service & Co. ltd.
Patrick D. Nunn (1994) Oceanic Islands Oxford, Britania Raya, Blackwell