Pada saat kejadian, penerbangan membawa 3 orang awak dan hanya 1 penumpang.
Kronologi
Pesawat lepas landas dari Bandara Jalaluddin pada pukul 07:03 WITA (UTC+8) dengan tujuan ke Bandara Panua, sesuai jadwal seharusnya pesawat diperkirakan tiba di Bandara Panua pada pukul 07:33 WITA. Di hari kejadian cuaca di sekitar Bandara Panua dalam kondisi berawan, setelah lepas landas ATC kehilangan kontak dengan pesawat PK-SMH pada pukul 07:22 WITA.[4]
Pesawat diketahui sedang dalam posisi final untuk mendarat di landasan pacu 09, namun pesawat tidak dapat melakukan pendaratan kemudian bermanuver naik kembali membelok arah kiri namun kemudian jatuh menghantam tanah.[5]
Evakuasi
Airnav Makassar melaporkan kejadian ini pada pukul 09:00 WITA kepada Tim Siaga Komunikasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo.[6] Pos SAR Marisa langsung menuju lokasi kejadian di wilayah rawa-rawa dekat dengan Bandar Udara Panua.[7] Momen ketika pesawat berbelok dan menghantam ke tanah diabadikan (direkam) oleh seorang warga yang kebetulan sedang berada di lokasi kejadian.
Pada saat kejadian pesawat PK-SMH diawaki oleh 3 kru yaitu Kapten M. Saefurubi A, Copilot M Arthur Vico G dan Engineer Budijanto dan 1 penumpang atas nama Sri Meyke Male.[8]