Kebun Raya Universitas Oxford (bahasa Inggris:University of Oxford Botanic Gardencode: en is deprecated ) adalah kebun raya tertua di Britania Raya dan salah satu kebun ilmiah tertua di dunia. Kebun ini didirikan pada tahun 1621 sebagai physic garden atau kebun obat yang berfungsi untuk menanam tanaman guna penelitian medis. Saat ini kebun tersebut menampung lebih dari 5.000 spesies tanaman di lahan seluas 1,8 hektare (sekitar 4,5 acre), menjadikannya salah satu koleksi tanaman paling beragam dan padat di dunia, dengan perwakilan dari lebih dari 90% famili tumbuhan tingkat tinggi.
Sejak tahun 2015, Profesor Simon Hiscock menjabat sebagai Direktur Kebun Raya Oxford.[3][4]
Sejarah
Pendirian
Kebun Raya Universitas Oxford didirikan pada tahun 1621 melalui sumbangan sebesar £5.000 dari Henry Danvers, Earl pertama dari Danby. Dana tersebut digunakan untuk membangun kebun obat “demi kemuliaan karya Tuhan dan kemajuan ilmu pengetahuan”.[5]
Lahan yang dipilih terletak di tepi Sungai Cherwell, di sudut timur laut Christ Church Meadow, yang merupakan milik Magdalen College. Sebagian tanah itu sebelumnya adalah pemakaman Yahudi hingga komunitas Yahudi diusir dari Oxford dan seluruh Inggris pada tahun 1290. Untuk menghindari banjir dari sungai, sekitar empat ribu gerobak tanah dan pupuk kandang digunakan untuk meninggikan permukaan lahan.[6]
Ahli botani Humphry Sibthorp kemudian menyusun Catalogus Plantarum Horti Botanici Oxoniensis, yang dilanjutkan oleh putranya, John Sibthorp (1758–1796).
Tata letak kebun
Magdalen College dilihat dari taman mawar di sisi selatan High Street, di depan Oxford Botanic Garden.Ini adalah foto Kebun Raya Oxford, yang memperlihatkan bentuk semak.
Kebun Raya Universitas Oxford terdiri atas beberapa bagian utama, yaitu:
Walled Garden (Kebun Bertembok) — dikelilingi tembok batu abad ke-17 dan menjadi lokasi pohon tertua di kebun ini, yaitu Taxus baccata (yew Inggris).
Glasshouses (Rumah Kaca) — digunakan untuk menanam tanaman yang membutuhkan perlindungan dari cuaca ekstrem.
Lower Garden (Kebun Bawah) — area yang terletak di antara Walled Garden dan Sungai Cherwell.
Selain itu, terdapat Harcourt Arboretum, lokasi satelit yang berada sekitar 9,7km di selatan Oxford.
Gerbang Danby
Gerbang Danby menuju Kebun Raya dibangun pada tahun 1633.[7]
Gerbang Danby (bahasa Inggris:Danby Gatecode: en is deprecated ) merupakan pintu masuk utama ke kebun raya ini. Gerbang tersebut dirancang oleh Nicholas Stone antara tahun 1632 dan 1633 dan merupakan salah satu struktur awal di Oxford yang menggunakan gaya klasik atau Barok awal.
Gerbang ini terdiri dari tiga bagian berpedimen, dengan bagian tengah yang lebih besar sedikit menjorok ke dalam. Batu penyusunnya menampilkan pola rustication bergantian, dan ceruk di sisi-sisinya berisi patung Raja Charles I dan Charles II dalam gaya klasik. Di tengah pedimen utama terdapat patung dada Earl of Danby.
Bangunan ini terdaftar sebagai bangunan bersejarah kelas I (Grade I listed building). Selama Perang Saudara Inggris, gerbang ini pernah mengalami kerusakan akibat tembakan. Patung yang kini berdiri merupakan hasil restorasi sekitar tahun 1653 oleh pemahat William Bird dari Oxford.
Kebun bertembok (Walled Garden)
Bed Tanaman Berdasarkan Famili Botani
Koleksi utama tanaman keras disusun berdasarkan sistem klasifikasi Bentham dan Hooker dari abad ke-19. Famili tumbuhan yang ditanam mencakup antara lain Acanthaceae, Amaryllidaceae, Rosaceae, Solanaceae, Liliaceae, dan Leguminosae.
Pada tahun 1983, National Council for the Conservation of Plants and Gardens (NCCPG) menetapkan kebun ini sebagai lokasi koleksi nasional untuk genus Euphorbia. Salah satu spesies langka yang dirawat di sini adalah Euphorbia stygiana, yang di alam liar hanya tersisa sekitar sepuluh individu.
Bed Tanaman Obat
Di bagian barat daya kebun terdapat koleksi tanaman obat modern yang terbagi ke dalam delapan kelompok berdasarkan bidang pengobatan, yaitu:
Kardiologi
Onkologi
Penyakit Menular
Gastroenterologi
Dermatologi
Hematologi
Neurologi
Pulmonologi
Tanaman-tanaman di area ini mencakup berbagai spesies yang digunakan langsung sebagai obat, dimodifikasi menjadi obat sintetis, atau digunakan sebagai bahan awal penelitian obat baru.
Iris Berjanggut
Setiap bulan Mei, area barat laut kebun menampilkan koleksi bearded iris seperti Iris 'Eileen' dan Iris 'Golden Encore', termasuk beberapa varietas yang tidak ditemukan di tempat lain.
Tepi Dinding (Wall Borders)
Tanaman di sepanjang dinding kebun dikelompokkan berdasarkan asal geografisnya. Koleksi Mediterania mencakup Euphorbia myrsinites, koleksi Amerika Selatan mencakup Feijoa sellowiana, dan koleksi Afrika Selatan mencakup Kniphofia caulescens.
Beberapa koleksi lainnya berasal dari wilayah dengan tingkat keanekaragaman hayati tinggi seperti Jepang dan Selandia Baru, yang banyak memiliki spesies endemik dan menghadapi ancaman terhadap habitat alaminya.
Rumah kaca (Glasshouses)
Kebun ini memiliki beberapa rumah kaca dengan fungsi dan koleksi berbeda, antara lain:
Conservatory – Replika aluminium dari rumah kaca kayu tahun 1893, menampilkan bunga musiman seperti primula dan fuchsia.
Alpine House – Menyimpan tanaman pegunungan yang tidak dapat tumbuh optimal di luar ruangan.
Fernery – Koleksi berbagai jenis pakis dari seluruh dunia, termasuk Platycerium bifurcatum dan Lygodium japonicum.
Tropical Lily House – Menampilkan teratai tropis dan tanaman ekonomi seperti pisang, tebu, padi, serta Cyperus papyrus.
Insectivorous House – Koleksi tanaman karnivora seperti Dionaea muscipula (Venus flytrap) dan Pinguicula.
Palm House – Rumah kaca terbesar, berisi berbagai jenis palem dan tanaman ekonomi seperti kopi, kakao, kelapa, dan jeruk.
Arid House – Menampilkan berbagai jenis kaktus dan sukulen dari daerah kering.
Dalam sastra
Kebun Raya Universitas Oxford memiliki hubungan historis dengan berbagai karya sastra. Pada tahun 1860-an, kebun ini sering dikunjungi oleh Charles Lutwidge Dodgson (lebih dikenal sebagai Lewis Carroll) bersama anak-anak Liddell, termasuk Alice, yang kemudian menginspirasi kisah Alice’s Adventures in Wonderland.
Penulis J. R. R. Tolkien juga sering mengunjungi kebun ini dan duduk di bawah pohon Pinus nigra kesukaannya, yang disebut-sebut mengilhami karakter Ents dalam The Lord of the Rings. Pohon tersebut ditebang pada tahun 2014 setelah dianggap berisiko bagi pengunjung.
Dalam novel Brideshead Revisited karya Evelyn Waugh, tokoh Lord Sebastian Flyte membawa Charles Ryder ke kebun ini “untuk melihat tanaman ivy.”
Selain itu, dalam trilogi His Dark Materials karya Philip Pullman, sebuah bangku di belakang kebun menjadi lokasi penting dalam kisah Lyra Belacqua dan Will Parry. Bangku tersebut kini dikenal sebagai tempat ziarah bagi para penggemar Pullman dan ditandai dengan pahatan bertuliskan “Lyra + Will” serta patung karya Julian Warren yang dipasang pada tahun 2019.