Kata lemes enteng Kosakata
Di dalam tabel tatakrama bahasa Sunda bagian kecap panyambung (kata Penghubung ), kata lemes enteng ditulis pada kolom ragam bahasa hormat ka batur dan hormat ka sorangan . Terlihat pada kosakata penghubung di atas, sebagian besar kata tidak menunjukkan perbedaan dalam kedua ragam bahasa hormat tersebut.
Contoh
Di bawah ini adalah contoh kata lemes enteng (bercetak tebal) dengan padanannya dalam kata loma .
Indonesia
Loma
Lemes enteng
sawah
sawah
sérang
dengan
jeung
sareng
kalau
lamun
upami
kolam
balong
émpang
supaya
sangkan
supados
antara
antara
antawis
atau
atawa
atanapi
Pembentukan
Di bawah ini dijabarkan beberapa proses pembentukan kata lemes enteng dari kata loma .
Perubahan bunyi akhir
Teratur
Akhiran -nten :
hampura (ᮠᮙ᮪ᮕᮥᮛ ) menjadi hampunten (ᮠᮙ᮪ᮕᮥᮔ᮪ᮒᮨᮔ᮪ )/hapunten (ᮠᮕᮥᮔ᮪ᮒᮨᮔ᮪ ), maaf
kira (ᮊᮤᮛ ) menjadi kinten (ᮊᮤᮔ᮪ᮒᮨᮔ᮪ ), kira/duga
saniskara (ᮞᮔᮤᮞ᮪ᮊᮛ ) menjadi saniskanten (ᮞᮔᮤᮞ᮪ᮊᮔ᮪ᮒᮨᮔ᮪ ), segala
percaya (ᮕᮨᮁᮎᮚ ) menjadi percanten (ᮕᮨᮁᮎᮔ᮪ᮒᮨᮔ᮪ ), percaya
nyana (ᮑᮔ ) menjadi nyanten (ᮑᮔ᮪ᮒᮨᮔ᮪ ), sangka
Akhiran -ntun :
kari (ᮊᮛᮤ ) menjadi kantun (ᮊᮔ᮪ᮛᮥᮔ᮪ ), silakan/tinggal
kirim (ᮊᮤᮛᮤᮙ᮪ ) menjadi kintun (ᮊᮤᮔ᮪ᮒᮥᮔ᮪ ), kirim
Akhiran -jeng :
laju (ᮜᮏᮥ ) menjadi lajeng (ᮜᮏᮨᮀ ), lalu
paju (ᮕᮏᮥ ) menjadi pajeng (ᮕᮏᮨᮀ ), tempuh
mamayu (ᮙᮙᮚᮥ ) menjadi mamajeng (ᮙᮙᮏᮨᮀ ), sembuh
buru (ᮘᮥᮛᮥ ) menjadi bujeng (ᮘᮥᮏᮨᮀ ), kejar
arep (ᮃᮛᮨᮕ᮪ ) menjadi ajeng (ᮃᮏᮨᮀ ), harap
Akhiran -wis :
antara (ᮃᮔ᮪ᮒᮛ ) menjadi antawis (ᮃᮔ᮪ᮒᮝᮤᮞ᮪ ), antara
perkara (ᮕᮨᮁᮊᮛ ) menjadi perkawis (ᮕᮨᮁᮊᮝᮤᮞ᮪ ), perkara
watara (ᮝᮒᮛ ) menjadi watawis (ᮝᮒᮝᮤᮞ᮪ ), beberapa
Akhiran -os :
rasa (ᮛᮞ ) menjadi raos (ᮛᮇᮞ᮪ ), rasa/enak
paribasa (ᮕᮛᮤᮘᮞ ) menjadi paripaos (ᮕᮛᮤᮕᮇᮞ᮪ ), peribahasa
harti (ᮠᮁᮒᮤ ) menjadi hartos (ᮠᮁᮒᮧᮞ᮪ ), arti
ganti (ᮌᮔ᮪ᮒᮤ ) menjadi gentos [ a] (ᮌᮨᮔ᮪ᮒᮧᮞ᮪ ), ganti
saperti (ᮞᮕᮨᮁᮒᮤ ) menjadi sapertos (ᮞᮕᮨᮁᮒᮧᮞ᮪ ), seperti
Tidak teratur
Akhiran:
bakal (ᮘᮊᮜ᮪ ) menjadi badé (ᮘᮓᮦ ), bakal/akan
gampang (ᮌᮙ᮪ᮕᮀ ) menjadi gampil (ᮌᮙ᮪ᮕᮤᮜ᮪ ), gampang/mudah
impi (ᮄᮙ᮪ᮕᮤ ) menjadi impén (ᮄᮙ᮪ᮕᮦᮔ᮪ ), mimpi
siduru (ᮞᮤᮓᮥᮛᮥ ) menjadi sidéang (ᮞᮤᮓᮦᮃᮀ ), berdiang
sanggup (ᮞᮀᮌᮥᮕ᮪ ) menjadi sanggem (ᮞᮀᮌᮨᮙ᮪ ), sanggup
singkir (ᮞᮤᮀᮊᮤᮁ ) menjadi singkah (ᮞᮤᮀᮊᮂ ), singkir
Perubahan vokal
perubahan a → i:
jaba (ᮏᮘ ) menjadi jabi (ᮏᮘᮤ ), luar/kecuali
utama (ᮅᮒᮙ ) menjadi utami (ᮅᮒᮙᮤ ), utama
rupa (ᮛᮥᮕ ) menjadi rupi (ᮛᮥᮕᮤ ), rupa
tampa (ᮒᮙ᮪ᮕ ) menjadi tampi (ᮒᮙ᮪ᮕᮤ ), terima
coba (ᮎᮧᮘ ) menjadi cobi (ᮎᮧᮘᮤ ), coba
perubahan u → a (ah):
rempug (ᮛᮨᮙ᮪ᮕᮥᮌ᮪ ) menjadi rempag (ᮛᮨᮙ᮪ᮕᮥᮌ᮪ ), runding
sebut (ᮞᮨᮘᮥᮒ᮪ ) menjadi sebat (ᮞᮨᮘᮒ᮪ ), sebut
tepung (ᮒᮨᮕᮥᮀ ) menjadi tepang (ᮒᮨᮕᮀ ), temu
kudu (ᮊᮥᮓᮥ ) menjadi kedah (ᮊᮨᮓᮂ ), harus
perubahan u → e (pepet):
susah (ᮞᮥᮞᮂ ) menjadi sesah (ᮞᮨᮞᮂ ), susah
perubahan u → i:
kuat (ᮊᮥᮃᮒ᮪ ) menjadi kiat (ᮊᮤᮃᮒ᮪ ), kuat
kurang (ᮊᮥᮛᮀ ) menjadi kirang (ᮊᮤᮛᮀ ), kurang
perubahan i → é (e taling); u → a:
itung (ᮄᮒᮥᮀ ) menjadi étang (ᮆᮒᮀ ), hitung
Perubahan kata secara keseluruhan
kata kerja:
béak (ᮘᮦᮃᮊ᮪ ) → séép (ᮞᮦᮆᮕ᮪ ), habis
gawé (ᮌᮝᮦ ) → damel (ᮓᮙᮦᮜ᮪ ), bekerja
ngigel (ᮍᮤᮌᮨᮜ᮪ ) → ngibing (ᮍᮤᮘᮤᮀ ), menari
kata sifat:
kolot (ᮊᮧᮜᮧᮒ᮪ ) → sepuh (ᮞᮨᮕᮥᮂ ), tua
Penghilangan huruf awal
nomina:
kakang (ᮊᮊᮀ ) menjadi akang (ᮃᮊᮀ ), kakak laki-laki
lanceuk (ᮜᮔ᮪ᮎᮩᮊ᮪ ) menjadi aceuk (ᮃᮎᮩᮊ᮪ ), kakak perempuan
Keterangan
↑ Dengan pelemahan vokal a menjadi e (pepet)