Kastil tersebut dibangun oleh pasukan Perang Salib pada abad ke-12 menggunakan batu kapur setempat dan sisa-sisa bangunan Romawi. Struktur yang telah selesai kemudian dikelilingi oleh parit. Kastil ini dimiliki oleh keluarga Embriaco dari Genoa, yang menjadi Penguasa Gibelet dari tahun 1100 hingga akhir abad ke-13. Saladin merebut kota dan kastil tersebut pada tahun 1188 dan sebagian membongkar temboknya pada tahun 1190. Kemudian, pasukan Perang Salib merebut kembali Byblos dan membangun kembali pertahanan kastil pada tahun 1197. Pada tahun 1369, kastil ini harus menahan serangan dari kapal-kapal Siprus yang berasal dari Famagusta.
Kastil Byblos memiliki bangunan-bangunan bersejarah penting sebagai tetangganya. Di sekitarnya terdapat beberapa kuil Mesir, nekropolis kerajaan Fenisia, serta amfiteater Romawi.[3]
Deskripsi
Kastil Perang Salib Gibelet adalah “contoh terbaik” (Boas) dari tipe baru kastil abad ke-12, yang memadukan tipe castrum dengan kastil tipe turris: suatu susunan dinding berbentuk hampir persegi yang diperkuat oleh menara-menara di sudutnya, dibangun mengelilingi sebuah donjon[4] (menara utama) di pusatnya, sehingga membentuk dua lapisan pertahanan.
Museum Situs Byblos
Kastel tersebut menjadi lokasi Museum Situs Byblos, sebuah lembaga yang didedikasikan untuk pelestarian dan penyajian warisan arkeologis yang luas dari kota kuno tersebut. Museum ini menampilkan sejumlah artefak yang dikurasi dari hasil penggalian sistematis di kawasan lindung arkeologi Byblos, memberikan gambaran representatif mengenai kebudayaan material yang berkembang selama ribuan tahun hunian manusia. Meskipun hanya sebagian kecil dari keseluruhan temuan dapat dipamerkan di lokasi—karena banyak artefak paling penting dan paling rapuh telah dipindahkan ke Museum Nasional Beirut untuk tujuan konservasi, penelitian, dan akses publik yang lebih luas—koleksi ini tetap menyajikan wawasan berharga mengenai kerajinan lokal, praktik keagamaan, jaringan perdagangan, serta kehidupan sehari-hari pada berbagai periode sejarah.[5]
Selain artefak yang dipamerkan, museum ini juga dilengkapi dengan serangkaian panel tematik yang dirancang untuk memberikan konteks terhadap sejarah panjang dan kompleks Byblos. Panel-panel tersebut menelusuri perkembangan permukiman mulai dari masa prasejarah, melalui masa kejayaannya pada Zaman Perunggu dan Besi, integrasinya ke dalam berbagai kekaisaran besar kuno, hingga transformasinya pada era klasik, Bizantium, dan Abad Pertengahan. Secara keseluruhan, pameran dan materi interpretatif yang disajikan bertujuan memberikan pemahaman komprehensif kepada pengunjung mengenai evolusi kota, perannya dalam sejarah regional, serta signifikansinya sebagai salah satu pusat urban tertua yang terus dihuni di dunia.[6]