Penelitian Nawrocki berfokus pada oposisi antikomunis di Polandia, kejahatan terorganisasi di Republik Rakyat Polandia, dan sejarah olahraga. Pada Februari, ia masuk dalam daftar orang yang dicari oleh Federasi Rusia atas tuduhan pidana terkait tindakan penghapusan monumen yang memperingati kehadiran Tentara Merah di wilayah Polandia pada tahun 1944–1989.[3] Pada 24 November, Nawrocki diumumkan dan didukung oleh Partai Hukum dan Keadilan (PiS) sebagai kandidat independen untuk pemilihan presiden Polandia.
Program kampanye Nawrocki digambarkan sebagai "patriotik, pro-Kristen, pro-NATO, dan mendukung presiden Donald Trump".[4] Ia memiliki pandangan konservatif budaya dan menuduh koalisi yang berkuasa dan kelompok LGBT telah melakukan seksualisasi anak-anak, dengan menunjukkan membuang salinan Gender Queer: A Memoir ke mesin penghancur kertas selama kampanye.[5] Nawrocki mendukung pemeliharaan hubungan erat antara Gereja Katolik di Polandia dan pemerintah Polandia, kriminalisasi aborsi secara luas, serta penentangan terhadap legalisasi pernikahan sesama jenis atau serikat sipil, dengan merujuk pada etika seksual Katolik.[6] Dalam geopolitik, ia mendukung penguatan lebih lanjut hubungan Polandia dengan Amerika Serikat dan NATO serta menentang integrasi Eropa.[4]