Murakumo (叢雲code: ja is deprecated , ”Gumpalan Awan”)[1] merupakan kapal perusak ke-5 dari 24 buah dalam kelas Fubuki milik Angkatan Laut Kekaisaran Jepang. Dibangun pada 27 September 1928, lalu diperkenalkan pada 1929 dan ditugaskan pada tahun yang sama. Ketika ditugaskan, mereka terbukti merupakan yang terbaik dan tetap menjadi lawan yang tangguh hingga Perang Dunia II usai.[2]
Masa dinas
Setelah selesai dibangun, Murakumo dimasukkan ke Divisi Perusak ke-12 dibawah Armada Kedua. Ketika Perang Sino-Jepang Kedua berkecamuk, ia berpatroli di sekitar Laut Tiongkok, dan berpartisipasi pada invasi Indochina Prancis pada 1940.
Ketika Pearl Harbour diserang, Murakumo dimasukkan ke Divisi Perusak ke-12 dari Skuadron Perusak ke-3 dari Armada Pertama, dan ditugaskan dari Distrik Angkatan Laut Kure ke pelabuhan Samah di Kepulauan Hainan.
4-12 Desember: Membantu pendaratan Jepang di Kota Bharu, Malaya.
16 Desember: Murakumo kembali membantu pendaratan Jepang di Borneo Inggris kala Operasi B. Sebenarnya, ia berjasa kala membunuh kapal selam Belanda HNLMS K XVI dengan peledak kedalaman setelah sempat menorpedo Sagiri. Namun, kapal selam I-66 lah yang sebenarnya mengaramkannya.
Februari 1942, Murakumo bersama penjelajah berat Chōkai kala Operasi L, yaitu invasi terhadap Bangka-Palembang & Kep. Anambas. Lalu, bergabung dengan Armada Invasi Jawa Barat, dan pada Pertempuran Selat Sunda pada 1 Maret, Murakumo membantu mengkaramkan penjelajah Australia HMASPerth, penjelajah Amerika USSHouston & perusak Belanda HNLMS Evertsen.
10 Maret, Murakumo ditugaskan ke dimasukkan ke Divisi Perusak ke-12 dari Skuadron Perusak ke-3 dari Armada Pertama. Disitulah Murakumo kembali menambah pengalaman, seperti, Operasi T (Invasi Sumatera Utara) pada 12 Maret dan Operasi D (Invasi Kep. Andaman) pada 23 Maret. Serta 13-22 April kembali ke Arsenal Angkatan Laut Kure melalui Singapura dan Teluk Cam Ranh untuk dirawat..[3]
Pada 4–5 Juni 1942, Murakumo juga berpartisipasi dalam Pertempuran Midway sebagai bagian dari Armada Utama pimpinan Isoroku Yamamoto.
Pada Juli 1942, Murakumo berlayar guna mempersiapkan Serangan Samudra Hindia yang kedua, tetapi seiring situasi berjalan, operasi pun batal dan ia justru ditugaskan di Truk. Sejak Agustus, ia berpartisipasi dalam Tokyo Ekspres, misi transport berkecepatan tinggi di Kep. Solomon. Salah satu misinya, pada 4–5 September, Murakumo berjasa dalam menghabisi kapal transport cepat USS Gregory dan USS Little.[4]
Nasib
Namun, pada 11–12 Oktober 1942, saat menolong penjelajah Furutaka pasca Pertempuran Tanjung Esperance, ia dihajar oleh pesawat sekutu. Ketiganya nyaris kena, sebuah torpedo dan bom yang mengenai bagian kirinya menyebabkan kapalnya terbakar dan tak terkontrol, dengan 22 kru meninggal. Perusak Shirayuki menyelamatkan kru Murakumo termasuk skipper Murakumo Letkom Higashi, lalu menorpedo Murakumo di Barat Laut Kepulauan Savo agar tak diambil pihak Sekutu.08°40′S159°20′E / 8.667°S 159.333°E / -8.667; 159.333[5]
↑D'Albas. Death of a Navy: Japanese Naval Action in World War II.
↑Nishidah, Hiroshi (2002). "Fubuki class destroyers". Materials of the Imperial Japanese Navy. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-07-11. Diakses tanggal 2018-02-05.;
Referensi
D'Albas, Andrieu (1965). Death of a Navy: Japanese Naval Action in World War II. Devin-Adair Pub. ISBN0-8159-5302-X.
Brown, David (1990). Warship Losses of World War Two. Naval Institute Press. ISBN1-55750-914-X.
Nishidah, Hiroshi (2002). "Tentang Kapal perusak kelas Fubuki". Materials of the Imperial Japanese Navy. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-07-11. Diakses tanggal 2018-02-05.;