Ia dipesan oleh Angkatan Laut Kekaisaran Jepang pada tahun 1917 kepada Mitsubishi di Nagasaki, dibangun pada 20 Agustus 1918, diluncurkan pada 10 Februari 1920 dan selesai pada 29 Januari 1921.
Lalu, ia berubah menjadi transport cepat dan berbagai sorti menuju Rabaul dan sekitar Kepulauan Solomon. Setelah disesuaikan di Jepang pada akhir 1943, ia menetap di lautan Jepang, hingga suatu hari ia ditugaskan ke Filipina pada Oktober 1944. Pada kala itu, ia naik pangkat, dari member Divisi Penjelajah ke-21, Armada ke-5 menjadi kapal bendera dari Skuadron Perusak ke-11, dalam Armada Gabungan.
Nasib
Pertempuran terakhirnya terjadi dalam Pertempuran Teluk Leyte. Ia diserang oleh pesawat pembom torpedoTBM Avenger dari VT-21 Belleau Wood dan VT-51 San Jacinto, di mana Torpedo Mark 13-nya mengenai ruang pendidih milik Tama nomor 2. Pasca diperbaiki, ia mundur dan awalnya akan dikawal oleh penjelajah ringan Isuzu, tetapi Isuzu justru ditugaskan mengawal kapal induk ringan Chiyoda yang rusak berat.
Lalu perusak Shimotsuki juga awalnya mau mengawal dia, ironis ia justru harus mengawal kapal induk ringan Zuihō yang hancur, sehingga Tama harus berjuang sendirian kembali ke Okinawa.
Dan ironisnya, keberuntungannya habis kala kapal selam USSJallao menjemput ajal Tama dengan 3 torpedo, membelah Tama menjadi 2 bagian dan karam dengan seluruh krunya tewas tak bersisa.