Kanor adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Bojonegoro bagian timur. Kanor terletak di utara Sumberrejo dan barat Baureno. Selain itu, Kanor berada di selatan Sungai Bengawan Solo yang menjadi pembatas dengan Kabupaten Tuban di utara dan barat. Sejak tahun 2022, Kanor dengan Rengel di Tuban telah terhubung oleh jembatan besar yang dapat mempercepat akses dan pertumbuhan ekonomi kedua wilayah.[1] Kecamatan Kanor memiliki dua pasar besar, yang pertama berada di pusat kecamatan yaitu Pasar Kanor. Selain itu, juga terdapat Pasar Maju Raya di jalan nasional yang terletak di perbatasan Desa Sroyo (Kanor) dengan Desa Mejuwet (Sumberrejo).[2]
Geografi
Peta kecamatan di Bojonegoro
Kanor adalah kecamatan di Kabupaten Bojonegoro bagian timur. Geografinya berupa dataran rendah yang didominasi lahan persawahan yang ditanami padi. Kanor dibatasi oleh Sungai Bengawan Solo di sebelah utara dan barat yang menjadi pemisah dengan Kabupaten Tuban. Lokasinya juga membuat Kanor menjadi wilayah yang rawan banjir. Desa Sroyo di sebelah tenggara adalah satu-satunya desa di Kanor yang dilintasi jalan nasional.
Batas wilayah Kecamatan Kanor adalah sebagai berikut:[3]
Pasar Maju Raya di perbatasan Desa Sroyo (Kanor) dengan Mejuwet (Sumberrejo)
Jembatan Kare (Kanor-Rengel) yang dilengkapi taman
Bengawan Mati di Desa Pilang - danau yang terbentuk akibat perpindahan aliran Bengawan Solo[4]
Masjid Jami' Nurul Huda - masjid di Desa Cangaan yang konon merupakan salah satu masjid tertua di Bojonegoro yang dibangun tahun 1262 Hijriyah atau 1846 Masehi[5]
Puskesmas Kanor
Tokoh terkenal
KH Anwar Zahid - pendakwah populer dari Desa Simorejo yang dikenal dengan gaya ceramahnya yang penuh candaan[6]
Lisman - pahlawan lokal dari Desa Gedongarum yang diabadikan menjadi nama salah satu jalan terkenal di wilayah Kota Bojonegoro. Merupakan anggota Tentara Republik Indonesia Pelajar (TRIP) yang berjuang melawan penjajah Belanda.[7]