Savin (Juniperus sabina)[3] adalah spesies arar yang berasal dari pegunungan di EropaTengah dan selatan serta AsiaBarat hingga tengah, dari Spanyol hingga bagian timur Siberia. Tanaman ini biasanya tumbuh di ketinggian antara 1.000 hingga 3.300 meter.[4][5]
Deskripsi
Semak ini memiliki bentuk yang bervariasi dan dapat tumbuh setinggi 1–4 meter. Daunnya ada dua tipe, yaitu daun muda seperti jarum sepanjang 5–10mm dan daun dewasa berbentuk sisik sepanjang 1–2mm yang tumbuh pada tunas tipis setebal 0,8–1mm. Daun muda biasanya ada pada bibit, tetapi semak dewasa kadang masih menghasilkan beberapa daun muda dan dewasa, terutama pada tunas yang teduh di bagian bawah mahkota. Tanaman ini sebagian besar tumbuhan berumah dua, artinya ada tanaman jantan dan betina yang terpisah, meskipun beberapa individu bisa menghasilkan kedua jenis kelamin. Buahnya berbentuk kerucut seperti beri, berdiameter 5–9mm, berwarna biru-hitam dengan lapisan lilin keputihan, dan berisi 1–3 biji (jarang sampai 4–5), yang matang sekitar 18 bulan. Kerucut jantan panjangnya 2–4mm dan melepaskan serbuk sari pada awal musim semi.[4][5] Semua bagian tanaman ini beracun karena mengandung beberapa senyawa beracun termasuk terpena.[6]
Varietas
Juniperus sabina memiliki dua varietas,[4] yang kadang dianggap sebagai spesies terpisah oleh beberapa ahli botani, yaitu var. sabina yang daun mudanya jarang muncul pada tanaman dewasa, dan var. davurica (Pallas) Farjon, yang daun mudanya sering muncul pada tanaman dewasa. Selain itu, hibrida antara Juniperus chinensis dan Juniperus sabina, yang dikenal sebagai Juniperus × pfitzeriana, ditemukan di alam liar di barat laut Tiongkok di tempat kedua spesies bertemu, dan juga populer sebagai tanaman hias yang dibudidayakan. Hibrida ini merupakan semak yang lebih besar, tumbuh setinggi 30–60cm.[5]
Kegunaan
Juniperus sabina merupakan semak hias yang populer untuk kebun dan taman, dengan berbagai kultivar yang telah diberi nama khusus. Pada abad ke-19 di Amerika, tanaman ini digunakan dalam pengobatan sebagai obat aborsi.[7] Di Iran, buah dari spesies ini yang dikenal dengan nama abhal (ابهل), digunakan secara tradisional untuk membantu mengatasi masalah pada saluran kemih dan pencernaan.[8] Di Mongolia Dalam, penggembala Mongol dari Panji Kanan Bairin dan Panji Kiri Bairin membuat rebusan dari Juniperus sabina segar atau kering, dicampur dengan Artemisia frigida, Sanguisorba officinalis, Rhododendron micranthum, dan Ephedra sinica, yang digunakan sebagai obat tradisional untuk mengurangi nyeri sendi.[9]