Berukuran ini berukuran 76 sampai 91cm, bertubuh hitam dan berekor putih. Paruh besar dan berwarna pucat. Betina berkepala hitam. Jantan dan remaja, warna kepala dan lehernya putih, berulas warna kulit madu.[1]
Suara
Dengkuran atau bunyi seperti tuter tunggal yang dalam, atau dalam satu rangkaian nada meninggi dan agak menurun bergema sampai jauh. Ketika terbang sayapnya bersuara “wus-wus” sangat keras setiap kali dikepakkan, seperti suara “puf-puf” lokomotif uap. Ketika melayang, sayap terdengar seperti suara tersobek-sobek.
R. p. mendanae Hartert, 1924 - Kepulauan Solomon dari Choiseul ke Guadalcanal dan Malaita
Tempat hidup dan Kebiasaan
Mengunjungi kanopi hutan pamah, hutan perbukitan, hutan rawa, dan hutan galeri, dari ketinggian permukaan laut sampai 500 m. Bergerombol dan bersuara ribut. Mencari buah-buahan, serangga besar, dan verteberata kecil untuk dimakan. Umur dapat dideterminasi dari jumlah keriput pada tanduk di atas paruh, dengan satu lipatan bertambah satu tahun, sampai umur sekitar enam tahun, pada saat keriput pertama mulai patah. Sering tersingkir atau punah dari daerah di dekat pemukiman manusia. Suara kepakan sayapnya sangat keras dan dapat terdengar dari jarak yang jauh, memudahkan para pemburu untuk menangkap mereka.
Keluarga
Julang papua termasuk dalam keluarga Rangkong (Latin: Bucerotidae). Berikut adalah beberapa anggota keluarga lainnya:
Coates, Brian J. (1985): The Birds of Papua New Guinea (Vol.1: Non-Passerines). Dove Publications, Alderley, Queensland, Australia.ISBN 0-9590257-0-7
Coates, Brian J. & Bishop, K. David (1997): A Guide to the Birds of Wallacea, Sulawesi, the Moluccas and Lesser Sunda Islands, Indonesia. Dove Publications, Alderley, Queensland, Australia.ISBN 0-9590257-3-1
Majnep, Ian Saem & Bulmer, Ralph (1977): Birds of my Kalam Country. Auckland University Press, Auckland, New Zealand.