Latar belakang Abineno adalah Kalvinis.[2] Abineno mendapatkan gelar doktoralnya di Rijksuniversiteit di Utrecht, Belanda.[2] Disertasinya yang berjudul Liturgische vormen en patronen in de Evangelische Kerk op Timor ditulis pada tahun 1956. Di Sekolah Tinggi Teologi Jakarta, Abineno mengajar dibidang Teologi Praktika.[2] Dia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Persekutuan Gereja di Indonesia pada tahun 1964-1980.[2] Beliau menulis banyak buku di bidang teologi khususnya di bidang Praktika.[2] Abineno juga merupakan salah satu pendiri Yayasan Musik Gereja Indonesia (Yamuger) bersama-sama sejumlah tokoh musik gereja (termasuk DR. Alfred Simanjuntak) di Jakarta pada tahun 1967 .[3]
Pandangan
Pandangan teologis Abineno mengenai hubungan manusia dan Allah adalah manusia memiliki relasi yang sangat dekat dengan Allah. Akibatnya, manusia tidak dapat berkata-kata mengenai penyataan Allah tanpa membicarakan mengenai manusia, dan juga tidak dapat berkata-kata tentang manusia tanpa berkata-kata juga mengenai penyataan Allah.[4] Lebih lanjut, ia juga menyatakan bahwa Allah juga ada bersama-sama dengan kita dalam dunia di mana kita hidup.[4] Walaupun demikian, ia menjelaskan bahwa hal itu tidak berarti bahwa Allah selalu berada di dunia dengan manusia dan dapat datang apabila Allah berkehendak untuk datang di dalam dunia ini.[4]
Menurut Abineno, salah satu bentuk hubungan antara Allah dengan manusia dalam Alkitab adalah dengan perjanjian.[4] Abineno melihat di dalam perjanjian tersebut ada inisiatif Allah.[4] Contoh: dalam Kej 17:2 dikatakan "Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau" (Dalam bahasa aslinya, kalimat tersebut berbunyi ""Aku akan memberikan perjanjianKu kepadamu").[4] Lebih lanjut, Abineno berpendapat bahwa kata "perjanjianKu" tersebut menyatakan bahwa Allah adalah yang terpenting dari perjanjian tersebut.[4]
↑(Inggris) James Reaves Farris.2002.International Perspectives on Pastoral Counseling.Binghamton:The Haworth Pastoral Press. hlm 153.
123456Andreas Anangguru Yewangoe. 1987. Theologia crucis in Asia: Asian Christian views on suffering in the face of overwhelming poverty and multifaced religiosity in Asia Amsterdam: Rodopi.
↑"Profil Yamuger". Diarsipkan dari asli tanggal 2013-10-04. Diakses tanggal 1 Oktober 2013.
1234567(Indonesia)J. L. Ch. Abineno. 2008. Pokok-Pokok Penting Dari Iman Kristen. Jakarta:PT. BPK Gunung Mulia.