Sepasang orangtua bercerai, karena sang ayah pemabuk. Istrinya pulang kampung dalam keadaan mengandung. Ia melahirkan anak pincang bernama Sabar (Erwin Gutawa). Sang ibu juga kemudian meninggal, hingga Sabar hidup sendiri. Kepala kampung setempat lalu membawanya ke tempat pamannya di kota. Nasib buruk terus memburu. Sang bibi tak suka kehadiran Sabar dan terus-terusan memarahinya, hingga Sabar lari. Ia lalu ditampung seorang Penjual rokok (Jaja Mihardja). Nasib buruk masih mengintip. Ia jadi sering Batuk dan jatuh sakit parah tak tertolong. Pada saat sekarat, ayah yang dicarinya datang dan memeluknya.