Laughlin mengajar di Universitas Harvard di Boston selama lima tahun, di Universitas Cornell selama dua tahun, dan kemudian menjadi kepala departemen ekonomi baru di Universitas Chicago dari tahun 1892 hingga 1916. Khususnya, ia mengangkat banyak ekonom yang sangat tidak ia setujui pemikirannya, seperti Thorstein Veblen, ke posisi tinggi di universitas tersebut.
Laughlin adalah anggota Komisi Moneter Indianapolis, yang diselenggarakan pada tahun 1897, dan menyusun laporannya, salah satu dokumen penting dalam sejarah perbankan dan reformasi moneter Amerika. Pemilihan presiden tahun 1896 dan gejolak ekonomi di sekitarnya memicu penulisan laporan setebal 600 halaman tersebut. Laporan ini mengadvokasi pemeliharaan pendekatan terdesentralisasi terhadap sistem perbankan, sebuah pendekatan yang mengusulkan agar bank menerbitkan uang kertas mereka sendiri yang didukung oleh pinjaman kepada pabrik, pedagang, dan petani. Dengan cara ini, jumlah mata uang yang beredar akan secara otomatis bertambah atau berkurang seiring dengan bisnis, berbeda dengan sistem yang ada saat itu di mana uang kertas diterbitkan berdasarkan pengadaan obligasi pemerintah. Teori real bills ini sejalan dengan keengganan terhadap perbankan terpusat pada era itu, dan dianggap naif dari sudut pandang modern.[4]
Pada tahun 1906, Laughlin memberikan kuliah, atas undangan, di Berlin, dan pada tahun 1909 ia menjabat sebagai delegasi untuk Kongres Ilmiah Pan-Amerika di Santiago, Chili. Dari tahun 1911 hingga 1913, ia menjabat sebagai ketua Komite Eksekutif Liga Warga Negara Nasional untuk Promosi Sistem Perbankan yang Sehat (National Citizens League for the Promotion of a Sound Banking System). Di bawah kepemimpinannya, liga tersebut mempromosikan reformasi perbankan di Amerika Serikat.
Selain mengajar, ia menyunting Journal of Political Economy dari tahun 1892 hingga 1933, tetapi menolak menjadi anggota American Economic Association karena perbedaan filosofi. Ia menasihati berbagai pemerintah negara bagian dan nasional mengenai masalah ekonomi, termasuk perombakan sistem moneter Santo Domingo. Ia menyiapkan ringkasan Political Economy (1884) karya John Stuart Mill dan menulis banyak buku penting tentang makroekonomi dan kebijakan moneter.
Keberhasilan Profesor Laughlin yang tak diragukan lagi sebagai pengajar membingungkan banyak orang yang tidak pernah masuk ke kelasnya. Ia bukanlah pemikir orisinal yang memiliki kekuatan besar. Ia tidak memperkaya ilmu ekonomi. Ia bahkan tidak mengikuti perkembangan terkini dalam teori ekonomi. Ia memiliki pikiran yang kaku dan rapi, yang ia jaga agar tetap teratur sempurna dengan tidak membiarkan apa pun masuk yang tidak selaras dengan perabotan yang dipasang pada tahun 1880-an. Namun, ia berpendapat bahwa tujuan seorang pengajar seharusnya adalah "perolehan kekuatan independen dan metode kerja, daripada keyakinan spesifik.[6]
Menurut Milton Friedman (1987), karya ilmiah Laughlin "hampir seluruhnya berada di bidang uang dan perbankan."[7] Friedman menyimpulkan:
Sebagian besar karyanya, terutama History of Bimetallism in the United States (1885), terdiri dari penyajian bukti sejarah yang menyeluruh dan sangat hati-hati mengenai perkembangan uang dan lembaga moneter. Namun, Laughlin juga menulis secara ekstensif tentang teori moneter dan perbankan, serta proposal untuk reformasi moneter. Karyanya tentang topik-topik ini dirusak oleh penentangan yang dogmatis dan kaku terhadap teori kuantitas uang, sebuah penentangan yang berkembang dari aktivitas publiknya dalam menentang gerakan free silver. Para pendukung free silver menggunakan bentuk kasar dari teori kuantitas untuk mendukung posisi mereka, yang cukup untuk membuat teori tersebut menjadi anathema bagi Laughlin.[7]
Dan lebih jauh lagi:
Serangan Laughlin terhadap teori kuantitas uang memiliki banyak kesamaan dengan teori-teori inflasidorongan biaya atau struktural atau guncangan penawaran baru-baru ini, dalam menekankan peran faktor-faktor yang mempengaruhi barang dan jasa tertentu daripada pengaruh moneter umum. Pada saat itu, seperti sekarang, teori-teori semacam itu bertentangan dengan arus utama analisis moneter sebagaimana dicontohkan pada masa Laughlin oleh karya Irving Fisher. Akibatnya, tulisan-tulisannya tentang teori tidak memiliki pengaruh abadi pada pemikiran ekonomi.[7]
The Federal Reserve Act: Its Origin and Problems (1933)
Referensi
↑John U. Nef, "James Laurence Laughlin (1850-1933)," dalam: Journal of Political Economy, Vol. 75, No. 6 (Desember 1967), hlm. 779-781. Diterbitkan oleh: The University of Chicago Press
123Milton Friedman (1987). Dalam The New Palgrave: A Dictionary of Economics, disunting oleh John Eatwell, Murray Milgate, dan Peter Newman, vol. 3, hlm. 139-140. New York: Stockton.