Setelah pecah Perang Dunia II, Clavell (16 tahun) diberangkatkan Royal Artillery ke Malaya pada tahun 1940 untuk berperang melawan Jepang. Ia terluka akibat tembakan senapan mesin, dan akhirnya tertangkap. Setelah ditangkap, ia dikirim ke kamp tawanan perang di Jawa, sebelum kemudian dipindahkan ke Penjara Changi di Singapura.
Di dalam tahanan, Clavell dibuat sangat menderita oleh tentara Jepang. Changi sangat terkenal dengan kondisi kehidupan yang buruk, dan menurut pendahuluan novel King Rat yang ditulis Clavell, 90% dari tawanan yang dimasukkan ke Changi, tidak pernah keluar, walaupun angka mortalitas yang sebenarnya masih di bawah 1%.[1] Clavell bersama seluruh batalionnya, menurut kabar berhasil diselamatkan, oleh seorang tawanan perang yang nantinya menjadi model untuk tokoh The King dalam novel King Rat,
Pada tahun 1946, Clavell naik pangkat sebagai kapten, tetapi kecelakaan sepeda motor mengakhiri karier militernya. Ia masuk ke Universitas Birmingham, tempatnya bertemu aktris April Stride. Keduanya menikah pada tahun 1951.
Ia meninggal dunia pada tahun 1994 akibat stroke sementara menderita kanker di Swiss, sebulan sebelum ulang tahun ke-70.
Berkat kemurahan hati April Clavell, perpustakaan dan arsip di Museum Royal Artillery yang berada di Royal Arsenal diberi nama Perpustakaan dan Arsip James Clavell.[2]