JPEG XL merupakan format grafis bitmap yang mendukung kompresi lesap dan nirlesap. Dirancang sebagai format bitmap universal yang dapat menggantikan berbagai format bitmap yang sudah ada.[2]
L memiliki arti Long-term (Jangka panjang) karena pembuatnya memiliki cita-cita agar format ini dapat menggantikan JPEG lawas dan bertahan pada waktu yang panjang pula.[3]
Fitur-fitur
Berbagai fitur pada format grafis ini adalah:[4][5]
Tingkan efisiensi dan fungsionalitas yang lebih baik ketimbang format grafis yang sudah ada (seperti JPEG, GIF dan PNG);
Dimensi gambar yang dapat mencapai lebih dari satu miliar (230−1) piksel pada setiap sisinya;[6]
Mendukung sampai dengan 4099 channels: Utamanya terdiri dari 1 grayscale dan 3 RGBchannels, dan juga mendukung 4096 channels tambahan yang berisi data pendukung;[6]
Mendukung dekoding progresif
Transkoding JPEG nirlesap dengan pengurangan ukuran sampai dengan ~20%;
JPEG dengan mode warna CMYK tidak mendukung transkoding tetapi ini sangat langka;[7]
Transkoding ke JPEG XL dengan mode progresif didukung oleh format ini namun belum diimplementasikan pada perangkat lunak referensi;[8]
Enkoding nirlesap dan dekoding alpha nirlesap;
Mendukung gambar fotografis dan sintesis (lukisan, komik, dsb)
Dekoding dan enkoding yang efisien tanpa membutuhkan perangkat keras khusus
Sebagai contoh, JPEG XL dapat melakukan enkoding dan dekoding secepat format JPEG lawas dengan libjpeg-turbo dan lebih cepat dalam enkoding dan dekoding ketimbang format HEIC dengan x265.[6] Juga dapat dijalankan secara beriringan (parralelisable).
↑"JPEG XL reaches Committee Draft"(html). JPEG Org. 3 Agustus 2019. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 Agustus 2019. Diakses tanggal 3 Agustus 2019. The current contributors have committed to releasing it publicly under a royalty-free and open source license.
↑"JPEG XL White Paper"(PDF). JPEG Org. 22 January 2021. Diarsipkan(PDF) dari versi aslinya tanggal 2 May 2021. Diakses tanggal 17 March 2021.