Sepanjang kariernya di Wall Street, J.P. Morgan mempelopori pembentukan sejumlah perusahaan multinasional terkemuka, seperti U.S. Steel, International Harvester, dan General Electric, yang kemudian berada di bawah pengawasannya. Ia dan mitranya juga mengendalikan sejumlah perusahaan asal Amerika yang lain, seperti Aetna, Western Union, Pullman Car Company, dan 21 perusahaan perkeretaapian.[2] Karena dominasinya atas industri keuangan di Amerika Serikat, Morgan pun memengaruhi sejumlah kebijakan pemerintah dan kekuatan pasar yang mendasari ekonomi Amerika Serikat. Selama Panik 1907, ia juga mengorganisasi sebuah koalisi pemodal yang berhasil mencegah kolapsnya sistem keuangan Amerika.
Sebagai pemodal terkemuka di Era Progresif, dedikasi J.P. Morgan terhadap efisiensi dan modernisasi membantu mentransformasi bentuk ekonomi Amerika.[1][3]Adrian Wooldridge pun menyebut Morgan sebagai "bankir terhebat" di Amerika.[4] Morgan meninggal di Roma, Italia, dalam tidurnya pada tahun 1913 di usia 75 tahun, meninggalkan kekayaan dan bisnisnya ke anaknya, John Pierpont Morgan Jr. Biografer Ron Chernow memperkirakan kekayaannya saat itu mencapai $80 juta (setara $1,2 miliar pada tahun 2019)[5]
Masa kecil dan pendidikan
Junius Spencer Morgan
Morgan lahir dan dibesarkan di Hartford, Connecticut, sebagai anak dari Junius Spencer Morgan (1813–1890) dan Juliet Pierpont (1816–1884) dari keluarga Morgan yang merupakan keturunan Britania Raya.[6][7] Pierpont,[8] sebagaimana ia ingin dipanggil, menjalani berbagai pendidikan sebagai bagian dari rencana ayahnya. Pada musim gugur tahun 1848, ia dipindah ke Hartford Public School, dan kemudian ke Episcopal Academy di Cheshire, Connecticut (kini Cheshire Academy), di mana ia tinggal di asrama. Pada bulan September 1851, ia lolos ujian masuk ke The English High School di Boston, yang fokus pada pendidikan matematika untuk berkarier di bidang perdagangan. Pada bulan April 1852, Morgan terkena demam reumatik yang membuatnya tidak dapat berjalan, sehingga Junius mengirimnya ke Azores untuk memulihkan diri.[9]
Ia tinggal di sana selama hampir satu tahun, dan kemudian kembali ke Boston untuk melanjutkan studinya. Setelah lulus, ayahnya mengirimnya ke Bellerive, sebuah sekolah di La Tour-de-Peilz, Swiss, sehingga ia menjadi mahir berbahasa Prancis. Ayahnya lalu mengirimnya ke Universitas Göttingen untuk meningkatkan kemampuannya dalam berbahasa Jerman. Ia lalu lulus dengan gelar di bidang sejarah seni, dan kembali ke London melalui Wiesbaden.[10]
Karier
Awal mula
Morgan mulai berkarier di bidang perbankan pada tahun 1857 di kantor cabang London dari Peabody, Morgan & Co., sebuah kemitraan antara ayahnya dan George Peabody yang didirikan tiga tahun sebelumnya. Pada tahun 1858, ia pindah ke New York City untuk bergabung ke Duncan, Sherman & Company, perwakilan George Peabody and Company di Amerika. Selama Perang Saudara Amerika, dalam sebuah insiden yang dikenal sebagai Kasus Hall Carbine, Morgan mendanai pembelian 5.000 senjata api dari sebuah gudang senjata angkatan darat dengan harga $3,50 per senjata api, dan kemudian dijual dengan harga $22 per senjata api.[11][12][13][14] Morgan tidak ikut berperang dengan membayar pengganti sebesar $300.[11] Mulai tahun 1860 hingga 1864, melalui J. Pierpont Morgan & Company, ia bertindak sebagai agen di New York bagi perusahaan milik ayahnya, yang namanya diubah menjadi "J.S. Morgan & Co." setelah Peabody pensiun pada tahun 1864. Mulai tahun 1864 hingga 1872, ia adalah anggota dari Dabney, Morgan, and Company. Pada tahun 1871, Anthony J. Drexel mendirikan Drexel, Morgan & Company di New York bersama Pierpont.[15]
Pasca meninggalnya Anthony Drexel, perusahaan tersebut diubah namanya menjadi J. P. Morgan & Company pada tahun 1895, tetapi tetap menjalin hubungan erat dengan Drexel & Company asal Philadelphia; Morgan, Harjes & Company asal Paris; dan J.S. Morgan & Company (pada tahun 1910 diubah namanya menjadi Morgan, Grenfell & Company) asal London. Pada tahun 1900, J.P. Morgan & Co. telah menjadi salah satu bank terkuat di dunia, yang terutama fokus pada reorganisasi dan konsolidasi.[butuh rujukan]
Morgan memiliki sejumlah mitra di sepanjang kariernya, seperti George W. Perkins, tetapi ia tetap menjadi pemimpin dalam kemitraan tersebut.[16] Ia kerap mengambil alih perusahaan yang sedang bermasalah, dan kemudian mereorganisasi struktur dan manajemennya untuk mengembalikan profitabilitas perusahaan tersebut, sebuah proses yang lalu dikenal sebagai "Morganisasi".[17] Reputasinya sebagai bankir dan pemodal pun menarik perhatian investor ke perusahaan yang ia ambil alih.[18]
Obligasi New Jersey Junction Railroad Company, diterbitkan pada tanggal 30 Juni 1886. Pada sisi belakangnya, terdapat tanda tangan John Pierpont Morgan dan Harris C. Fahnestock sebagai wali amanat
Dalam mencapai puncak kesuksesannya, Morgan fokus pada perkeretaapian, bisnis terbesar di Amerika.[19] Ia merebut kendali Albany and Susquehanna Railroad dari Jay Gould dan Jim Fisk pada tahun 1869; memimpin sindikasi yang memecah hak istimewa pembiayaan pemerintah dari Jay Cooke; serta mengembangkan dan mendanai sebuah kerajaan perkeretaapian dengan melakukan reorganisasi dan konsolidasi di seantero Amerika Serikat. Ia mengumpulkan banyak modal dari Eropa; tetapi tidak hanya berpartisipasi sebagai pemodal, ia juga membantu perusahaan perkeretaapian untuk melakukan reorganisasi dan mencapai efisiensi yang lebih tinggi. Ia melawan spekulator yang hanya tertarik pada laba dan membuat visi sistem transportasi terintegrasi. Ia juga sukses memasarkan sebagian aset New York Central milik William H. Vanderbilt pada tahun 1883. Dua tahun kemudian, ia mereorganisasi New York, West Shore & Buffalo Railroad, dan menyewakannya ke New York Central.[20] Pada tahun 1886, ia mereorganisasi Philadelphia & Reading, dan pada tahun 1888, ia juga mereorganisasi Chesapeake & Ohio. Setelah Kongres menerbitkan Undang-Undang Perdagangan Antar Negara Bagian pada tahun 1887, Morgan mengadakan konferensi pada tahun 1889 dan 1890 untuk mempertemukan sejumlah presiden perusahaan perkeretaapian guna membantu mereka mengikuti peraturan baru dan meneken perjanjian untuk mempertahankan "tarif yang terbuka, masuk akal, seragam, dan stabil". Konferensi serupa lalu juga diadakan oleh kompetitor kereta api, sehingga membuka jalan untuk konsolidasi besar-besaran pada awal abad ke-20. Selain itu, J P Morgan & Co, dan penerusnya, juga mereorganisasi sejumlah perusahaan perkeretaapian antara tahun 1869 dan 1899. Morgan pun mendanai jalur trem, terutama di New York City.[21]
Sebuah bencana politik besar lalu terjadi pada tahun 1904. Northern Pacific Railway bangkrut akibat depresi besar tahun 1893. Kebangkrutan tersebut pun menyapu pemegang obligasinya, dan membuat perusahaan tersebut bebas utang, sehingga kemudian terjadi perebutan atas kendali perusahaan tersebut. Pada tahun 1901, sebuah kompromi akhirnya dicapai antara Morgan, E. H. Harriman, dan James J. Hill. Untuk mengurangi kompetisi di Barat Tengah Amerika Serikat, mereka membentuk Northern Securities Company untuk mengkonsolidasikan operasi dari tiga perusahaan perkeretaapian paling penting di sana, yakni Northern Pacific Railway, Great Northern Railway, dan Chicago, Burlington and Quincy Railroad. Tetapi, konsolidasi tersebut ternyata mendapat perlawanan dari Presiden Theodore Roosevelt. Roosevelt menganggap konsolidasi tersebut berdampak buruk bagi konsumen dan melanggar Undang-Undang Antitrust Sherman tahun 1890. Pada tahun 1902, Roosevelt pun memerintahkan Departemen Kehakiman untuk membubarkan konsolidasi tersebut.
Rujukan
12"J.P. Morgan". Encyclopædia Britannica. Diakses tanggal April 17, 2020.
↑Jean Strouse, Morgan: American Financier (1999) pp 223-62.
↑Albro Martin, Albro. "Crisis of Rugged Individualism: The West Shore-South Pennsylvania Railroad Affair, 1880-1885." Pennsylvania Magazine of History and Biography 93.2 (1969): 218-243. onlineDiarsipkan 2022-11-14 di Wayback Machine.
↑Vincent P. Carosso, The Morgans: Private International Bankers, 1854-1913 (1987) pp 219-69, 352-96.
Brands, H.W.Masters of Enterprise: Giants of American Business from John Jacob Astor and J. P. Morgan to Bill Gates and Oprah Winfrey (1999), pp.64–79
Bryman, Jeremy. J. P. Morgan: Banker to a Growing Nation. Morgan Reynolds Publishing (2001) ISBN1-883846-60-9, for middle schools
Carosso, Vincent P. The Morgans: Private International Bankers, 1854–1913. Harvard U. Press, 1987. 888 pp.ISBN978-0-674-58729-8
Chernow, Ron. The House of Morgan: An American Banking Dynasty and the Rise of Modern Finance, (2001) ISBN0-8021-3829-2
Morris, Charles R. The Tycoons: How Andrew Carnegie, John D. Rockefeller, Jay Gould, and J. P. Morgan Invented the American Supereconomy (2005) ISBN978-0-8050-8134-3
Carosso, Vincent P. Investment Banking in America: A History Harvard University Press (1970)
De Long, Bradford. "Did JP Morgan's Men Add Value?: An Economist's Perspective on Financial Capitalism," in Peter Temin, ed., Inside the Business Enterprise: Historical Perspectives on the Use of Information (1991) pp.205–36; shows firms with a Morgan partner on their board had higher stock prices (relative to book value) than their competitors
Forbes, John Douglas. J. P. Morgan Jr. 1867–1943 (1981). 262 pp. biography of his son
Fraser, Steve. Every Man a Speculator: A History of Wall Street in American Life HarperCollins (2005)
Garraty, John A. Right-Hand Man: The Life of George W. Perkins. (1960) ISBN978-0-313-20186-8; Perkins was a top aide 1900–1910
Garraty, John A. "The United States Steel Corporation Versus Labor: The Early Years," Labor History 1960 1(1): 3–38
Giedeman, Daniel C. "J. P. Morgan, the Clayton Antitrust Act, and Industrial Finance-Constraints in the Early Twentieth Century", Essays in Economic and Business History, 2004 22: 111–126
Hannah, Leslie. "J. P. Morgan in London and New York before 1914," Business History Review 85 (Spring 2011) 113–50