Islam adalah agama minoritas di negara mayoritas Katolik tersebut. Menurut Círculo Islámico, 4.000 orang dari total populasi Republik Dominika adalah pemeluk Islam. Jumlah tersebut tentunya termasuk mualaf lokal.
Mereka tiba dengan banyak budaya yang terbilang kuno. Akibat buah dari siksaan brutal dan konversi agama secara paksa telah membuat mereka kehilangan Budaya mereka dan agama mereka.
Mereka juga menjaga hubungan baik dengan Senegambia, Islam dan keduanya. Menurut gubernur tersebut, orang hitam Ladinos adalah sumber masalah.[1]
Masjid
Círculo Islamico juga mendirikan masjid yang berada di Santo Domingo yang bernama Masjid Al-Noor. Masjid ini tampak sederhana dengan cat putih dan hijau. Menara Masjid berwarna putih sedangkan kubah berwarna hijau.
Terdapat pula sebuah masjid yang terletak di San Pedro de Macoris yang dipimpin oleh seorang imam yang merupakan mualaf. Ini membutuhkan waktu setengah jam berkendara dengan mobil dari Masjid Al-Noor.