Islam di Papua Nugini adalah agama minoritas.
Menurut studi Hussain Kettani pada tahun 2010, terdapat 2.473 muslim di Papua Nugini yang membentuk 0.04% dari jumlah penduduk.[1] Mayoritas di antaranya merupakan penganut Sunni, sedangkan sebagian kecil mengikuti Ahmadiyyah.[2] Mayoritas Muslim di Papua Nugini adalah bukan penduduk asli.[3]
Sejarah
Orang-orang yang saat ini Papua Nugini dan Papua Barat berdagang dengan Cina dan kerajaan malay, yang terakhir yang beragama Islam, dimulai pada abad ke-16.[4] Pada tahun 1988, umat Islam di Papua Nugini mendirikan pusat Islam pertama, dengan bantuan dari Malaysia berbasis organisasi Islam dan Kementerian urusan Islam Arab Saudi. Pada tahun 1996, tiga pusat Islam didirikan, dengan bantuan dari Liga Muslim Dunia. Sekarang ada tujuh pusat-pusat Islam di negara ini. Masjid pertama yang dibangun di Port Moresby, dengan kapasitas untuk menyimpan hingga 1.500 jamaah.[5]
Islam masa kini di Papua Nugini
Menurut sensus resmi Papua Nugini pada tahun 1990, terdapat 440 Muslim yang menetap di negara tersebut. Namun, jumlah umat Muslim di negara tersebut meningkat menjadi 756 Muslim menurut sensus resmi Papua Nugini pada tahun 2000, dengan 293 diantaranya menetap di Port Moresby, 204 di Simbu, 65 di Britania Baru Barat, 56 di Morobe, 27 di provinsi Barat, 25 di Dataran Tinggi Barat, 23 di Sandaun dan 13 di Britania Baru Timur.[6]
Dalam beberapa tahun terakhir, pejuang dari milisi Islam Laskar Jihad muncul di negara tetangga Papua sepanjang perbatasan bersama.[7]