Artikel ini berisi tentang jurnal sejarah sains yang diterbitkan di Chicago. Untuk jurnal ensiklopedis Jerman, lihat Isis (jurnal, 1816). Untuk publikasi mahasiswa di Universitas Oxford, lihat The Isis Magazine.
Jurnal ini didirikan oleh George Sarton dan edisi pertamanya terbit pada bulan Maret 1913.[1][2] Kontribusi awalnya dapat menggunakan salah satu dari empat bahasa Eropa (Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia), tetapi sejak tahun 1920-an, hanya bahasa Inggris yang digunakan.[3][4] Publikasi jurnal ini sebagian didukung oleh dana abadi dari Dibner Fund. Dua publikasi terkait lainnya adalah Osiris (didirikan tahun 1936 oleh Sarton) dan Isis Current Bibliography.
Publikasi jurnal ini sempat terhenti pada tahun 1914 akibat invasi Jerman ke Belgia selama Perang Dunia I, dan berlanjut kembali pada tahun 1919. Selama Perang Dunia II, publikasinya terhenti lagi pada tahun 1940 dan 1945. Sejak saat itu, setiap tahun diterbitkan empat nomor (terkadang nomor ganda) dalam satu volume versi cetak, dan sejak tahun 2002 jurnal ini juga diterbitkan dalam format elektronik teks lengkap.
Isis Current Bibliography berawal dari nama Critical Bibliography dan telah diterbitkan sejak volume pertama. Sejak tahun 1969, Critical Bibliography diterbitkan sebagai edisi kelima dari sebuah volume. Pada tahun 1989, namanya diubah menjadi Isis Current Bibliography untuk mencerminkan bahwa, sejak Sarton pensiun pada tahun 1953, bibliografi tersebut tidak lagi benar-benar bersifat kritis dalam artian setiap sitasi dikomentari oleh seorang pakar. Bibliografi ini kemudian menjadi publikasi terpisah dari Isis. Isinya mencakup sitasi untuk publikasi sejarah sains dan bidang terkait, termasuk buku, resensi buku, artikel jurnal, dan lainnya. Bibliografi ini merupakan bibliografi tertua dan terbesar di bidangnya, merujuk kembali ke edisi pertama Isis tahun 1913. Isis Current Bibliography tersedia secara gratis di situs web University of Chicago Press[5] dan situs web IsisCB Explore.[6][7]
Dalam makalah berjudul Why Isis, Sarton menjelaskan bahwa pemilihan nama untuk jurnalnya dilakukan secara agak tidak sadar, setelah ia mengenal Egiptologi selama kunjungan ke bagian Mesir di Rijksmuseum van Oudheden, Belanda.[10] Dalam makalahnya, Sarton menguraikan kesalahpahaman yang dapat muncul dari nama Isis: pada tahun-tahun awal, Isis sering dikaitkan dengan Freemasonry, karena beberapa ritus mereka dianggap berasal dari Mesir. Penafsiran keliru lainnya adalah bahwa Isis merujuk pada teosofi, kemungkinan besar disebabkan oleh buku berjudul Isis Unveiled (1877) karya Helena Blavatsky, pemimpin gerakan teosofi saat itu. Isis juga sering dianggap sebagai jurnal yang dikhususkan untuk Egiptologi. Terkadang jurnal ini salah tulis sebagai ISIS, tetapi penggunaan huruf besar semua menyiratkan bahwa judul tersebut adalah sebuah akronim, padahal sebenarnya bukan; ini adalah kesalahan yang sangat disayangkan karena dapat menimbulkan asosiasi dengan kelompok militan Negara Islam Irak dan Syam.
Editor
Tokoh-tokoh berikut adalah atau pernah menjabat sebagai pemimpin redaksi:
Menurut Journal Citation Reports, jurnal ini memiliki faktor dampak tahun 2017 sebesar 1,070, menempatkannya di peringkat ke-11 dari 61 jurnal dalam kategori "Sejarah dan Filsafat Sains" (edisi Sains).[19]
Referensi
↑Sarton, George (March 1913), "L'Histoire de la Science", Isis, 1 (1): 3–46, doi:10.1086/357728