PT Infoglobal Teknologi Semesta (biasa dikenal sebagai Infoglobal) adalah sebuah perusahaan swasta nasional asal Indonesia yang bergerak di bidang industri pertahanan strategis, kedirgantaraan, dan pengembangan teknologi berbasis Command, Control, Communications, Computers, Cyber, Intelligence, Surveillance, dan Reconnaissance (C5ISR)[2]. Perusahaan ini berpusat di Kota Surabaya, Jawa Timur, dan memiliki kantor perwakilan di Jakarta.
Infoglobal dikenal sebagai salah satu pelopor domestik dalam intervensi teknologi avionik pesawat tempur milik Angkatan Udara[3]. Fokus utama lini produksinya meliputi pengembangan instrumen kokpit pesawat militer, komputer misi maritim, digitalisasi sistem radar kuno, hingga perangkat lunak taktis war gaming militer.
Sejarah
Infoglobal Teknologi Semesta merupakan salah satu perusahaan teknologi nasional yang memiliki perjalanan panjang dalam pengembangan sistem elektronik, avionik, radar, perangkat lunak, dan teknologi pertahanan di Indonesia. Perusahaan ini dikenal luas sebagai pionir teknologi avionik dalam negeri dan menjadi salah satu perusahaan swasta Indonesia yang berhasil memasuki sektor industri pertahanan berteknologi tinggi yang selama bertahun-tahun didominasi oleh perusahaan asing maupun BUMN strategis. Berdasarkan informasi resmi perusahaan, Infoglobal berdiri pada tahun 1992 dengan tujuan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Pada masa awal berdirinya, perusahaan ini bergerak di bidang teknologi informasi dan rekayasa sistem elektronik, sebelum kemudian berkembang menjadi perusahaan yang fokus pada teknologi pertahanan dan keamanan. [2]
Pada dekade pertama operasionalnya, Infoglobal lebih banyak bergerak dalam bidang teknologi informasi, integrasi sistem, perangkat lunak, dan solusi elektronika. Masa tersebut menjadi periode penting karena perusahaan membangun fondasi kemampuan engineering yang nantinya menjadi modal utama untuk memasuki industri yang lebih kompleks. Berbeda dengan banyak perusahaan teknologi yang hanya fokus pada distribusi produk luar negeri, Infoglobal mulai mengembangkan budaya rekayasa teknologi sendiri melalui penelitian dan pengembangan internal. Pendekatan ini menjadi karakter yang membedakan perusahaan dari banyak pelaku industri teknologi nasional pada masa itu.
Perubahan besar terjadi pada pertengahan dekade 2000-an. Saat itu Indonesia menghadapi berbagai tantangan dalam pemeliharaan dan modernisasi alutsista, terutama akibat embargo yang pernah memengaruhi akses terhadap teknologi dan komponen pertahanan dari negara-negara pemasok tertentu. Kondisi tersebut membuka kesadaran bahwa Indonesia membutuhkan kemampuan teknologi dalam negeri yang lebih kuat agar tidak terlalu bergantung pada pihak luar. Dalam konteks inilah Infoglobal mengambil langkah strategis untuk masuk ke bidang avionik militer. Menurut sejarah resmi perusahaan, pada tahun 2008 Infoglobal mulai mengembangkan sistem avionik untuk pesawat militer Indonesia. Langkah ini menjadi tonggak penting karena menjadikan perusahaan tersebut sebagai salah satu pionir teknologi avionik nasional. [2]
Selain avionik, perusahaan juga memperluas aktivitasnya ke bidang pemrosesan data radar. Dalam era peperangan modern dan pengawasan wilayah, radar memiliki peran vital untuk mendeteksi dan melacak objek di udara, laut, maupun darat. Namun radar modern tidak hanya bergantung pada sensor, melainkan juga pada kemampuan pengolahan data yang kompleks. Infoglobal mengembangkan sistem integrasi radar yang bertujuan mendukung interoperabilitas dan menciptakan sistem pengawasan terpadu. Teknologi ini memungkinkan berbagai sumber data radar digabungkan sehingga menghasilkan gambaran situasi yang lebih komprehensif bagi operator pertahanan dan keamanan.
Perusahaan kemudian memperluas fokusnya ke pengembangan mission system dan teknologi berbasis C4ISR atau C5ISR. Konsep ini mencakup Command, Control, Communications, Computers, Intelligence, Surveillance, Reconnaissance, dan dalam versi terbaru juga Cyber. Sistem-sistem tersebut menjadi tulang punggung operasi militer modern karena memungkinkan informasi dari berbagai sumber dikumpulkan, dianalisis, dan didistribusikan secara cepat kepada pengambil keputusan. Dengan memasuki bidang ini, Infoglobal tidak lagi sekadar menjadi pengembang perangkat keras, tetapi juga menjadi penyedia solusi sistem pertahanan yang terintegrasi.
Perkembangan
Pada dekade 2010-an, Infoglobal semakin dikenal sebagai salah satu perusahaan pertahanan nasional yang berkembang pesat. Berbasis di Surabaya, Jawa Timur, perusahaan memperluas jaringan kerja sama dengan berbagai institusi pertahanan, industri strategis, serta mitra internasional. Perusahaan terus melakukan investasi pada penelitian dan pengembangan guna meningkatkan kandungan teknologi lokal dalam produk-produknya. Pendekatan ini sejalan dengan upaya pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kemandirian industri pertahanan nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap impor teknologi strategis. [2]
Memasuki dekade 2020-an, Infoglobal telah berkembang menjadi perusahaan teknologi pertahanan yang memiliki lebih dari 30 tahun pengalaman, lebih dari 170 karyawan, dan lebih dari 200 produk yang telah dikirimkan kepada pelanggan. Angka-angka tersebut menggambarkan transformasi perusahaan dari sebuah perusahaan teknologi informasi menjadi pemain penting dalam industri pertahanan dan kedirgantaraan nasional. [2]
Perusahaan juga terus meningkatkan standar kualitas dan sertifikasi industrinya. Pada tahun 2026, Infoglobal dilaporkan berhasil mempertahankan sertifikasi AS9100D melalui audit pengawasan yang dilakukan lembaga internasional. Sertifikasi ini merupakan salah satu standar mutu penting dalam industri kedirgantaraan dan pertahanan, yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi persyaratan kualitas internasional untuk desain dan produksi produk aerospace.
Di tingkat internasional, Infoglobal juga mulai menjalin kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan pertahanan global. Salah satu perkembangan yang mendapat perhatian adalah penandatanganan nota kesepahaman dengan perusahaan pemeliharaan pesawat militer asal Uni Emirat Arab, AMMROC, pada ajang pertahanan internasional tahun 2025. Kerja sama tersebut menunjukkan pengakuan terhadap kemampuan teknologi perusahaan Indonesia dalam bidang avionik dan dukungan operasional pesawat militer. [2]
Hingga saat ini, sejarah Infoglobal dapat dipandang sebagai kisah transformasi teknologi nasional. Dari sebuah perusahaan teknologi yang berdiri pada tahun 1992, perusahaan berkembang menjadi pionir avionik Indonesia, pengembang sistem radar, mission system, C5ISR, perangkat lunak strategis, serta berbagai solusi pertahanan modern. Perjalanan tersebut mencerminkan bagaimana investasi jangka panjang dalam sumber daya manusia, penelitian, dan inovasi dapat menghasilkan kemampuan teknologi yang mampu bersaing di sektor yang sangat kompleks. Dalam konteks industri pertahanan Indonesia, Infoglobal sering disebut sebagai contoh perusahaan swasta nasional yang berhasil menembus bidang teknologi tinggi dan berkontribusi terhadap upaya kemandirian teknologi pertahanan Indonesia. [2]
Perubahan haluan strategis perusahaan menuju industri pertahanan terjadi pada pertengahan dekade 2000-an. Pada periode tersebut, Pemerintah Indonesia menghadapi tantangan berat berupa embargo militer dari Amerika Serikat dan sekutunya, yang mengakibatkan kelangkaan suku cadang kedirgantaraan secara masif. Kelangkaan ini menurunkan tingkat kesiapan operasional (readiness rate) berbagai pesawat tempur utama Angkatan Udara, termasuk armada F-5 Tiger II, F-16 Fighting Falcon, dan Hawk 109/209.
Melihat ketergantungan yang tinggi terhadap komponen impor, Infoglobal mulai melakukan penelitian mandiri untuk melakukan rekayasa balik (reverse engineering) dan digitalisasi pada instrumen avionik pesawat tempur instalan barat[3]. Langkah awal dimulai pada tahun 2008 melalui proyek modernisasi avionik pada pesawat latih tempur milik Angkatan Udara. Keberhasilan proyek tersebut menandai transformasi penuh Infoglobal menjadi industri pertahanan swasta yang terintegrasi di bawah pembinaan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia dan Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP)[4].
Fasilitas
Infoglobal mengonsentrasikan seluruh kegiatan operasional teknologi tingginya di Surabaya dengan beberapa fasilitas utama:
Kantor Pusat dan Studio Rekayasa Perangkat Lunak: Berlokasi di Jalan Sriwijaya, Surabaya. Fasilitas ini digunakan untuk merancang arsitektur sistem, pemrograman kecerdasan taktis, dan pengembangan simulasi yudha.
Fasilitas Workshop Pertahanan: Berlokasi di Surabaya, Jawa Timur. Lokasi ini mencakup laboratorium elektro-optik, ruang pengujian bebas debu (clean room), serta area manufaktur perangkat keras untuk pengujian standar militer (military-grade environmental test). Fasilitas ini telah mendapatkan sertifikasi mutu internasional kedirgantaraan AS9100D yang diaudit oleh LRQA Korea pada tahun 2026[5].
Kantor Perwakilan Jakarta: Berlokasi di Cilangkap Raya, Jakarta Timur, berdekatan dengan Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI), berfungsi untuk koordinasi taktis pengadaan dan kemitraan strategis dengan kementerian terkait.
Produk dan Layanan
Pesawat terbang
Infoglobal I-22 Sikatan: Infoglobal I-22 Sikatan adalah program pengembangan konsep pesawat tempur multiperan ringan generasi 4,5 buatan Indonesia yang digarap oleh PT Infoglobal Teknologi Semesta. Jet tempur bermesin ganda dan berkursi ganda (tandem) ini dirancang untuk menjalankan fungsi ganda, yaitu sebagai pesawat tempur taktis (uji serang/peperangan elektronik) sekaligus sebagai platform pelatihan pilot tempur tingkat lanjut (LIFT).
Kokpit dan demonstrator skala penuh pesawat tempur I-22 Sikatan yang dipamerkan di pameran Indo Defense 2024
Avionik Pesawat Tempur
Cockpit Indicator Monitoring Display (CIMD): Layar resolusi tinggi militer yang menggantikan indikator analog kuno pada kokpit pesawat tempur. Alat ini dirancang dengan fitur plug-and-play untuk mempermudah pemeliharaan tanpa merombak kabel bawaan pesawat asli[6]. CIMD diaplikasikan pada modernisasi armada Hawk 109/209 dan F-5 Tiger II milik Angkatan Udara.
Digital Video Recorder (DVR) & Weapon Control Computer: Komputer pengendali yang bertugas memproses data penembakan senjata dan merekam visualisasi pertempuran udara secara digital untuk kebutuhan evaluasi taktis pasca-penerbangan.
Flight Control System (FCS): Pengembangan modul kendali penerbangan lokal yang diintegrasikan pada pesawat nirawak (UAV) kelas taktis maupun strategis.
Sistem Misi Maritim (Mission System)
Tactical Mission Computer: Perangkat keras inti yang dipasang pada pesawat patroli maritim (seperti CN-235 MPA dan NC-212 MPA) milik Angkatan Laut dan Angkatan Udara. Sistem ini bertugas mengintegrasikan sensor radar, kamera elektro-optik inframerah (FLIR), dan Automatic Identification System (AIS) ke dalam satu layar kendali operator.
Integrasi Radar dan Pengawasan Terestrial
Integrated Maritime Monitoring & Surveillance System (IMMS): Perangkat lunak pemantauan wilayah maritim nasional yang mengintegrasikan berbagai stasiun radar pantai, data satelit, dan AIS sipil-militer untuk mendeteksi ancaman lintas batas seperti penangkapan ikan ilegal (illegal fishing) dan penyelundupan di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia[7].
Radar Data Processing: Kit digitalisasi untuk memodernisasi radar pertahanan udara udara pasif kuno agar mampu menyalurkan data sasaran (track data) secara digital ke pusat komando pertahanan udara nasional secara langsung.
Aplikasi dan Simulasi Pertahanan
Sistem Olah Yudha Semesta (SOYUS): Simulator permainan perang (War Game Simulator) tingkat taktis dan strategis yang dikembangkan untuk melatih perwira staf komando dalam merencanakan, mensimulasikan, dan mengevaluasi operasi militer gabungan tanpa mengerahkan pasukan fisik.
Integrated Logistics Support Management System (ILSMS): Platform manajemen rantai pasok militer yang mengintegrasikan tiga pilar utama: pemeliharaan alutsista, manajemen logistik suku cadang, dan pengadaan aset pertahanan secara tersentralisasi.
Kerja Sama Strategis
Dalam meningkatkan kemandirian industri pertahanan dalam negeri, Infoglobal tercatat menjalin kemitraan erat dengan berbagai lembaga negara dan institusi pendidikan tinggi:
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN): Penandatanganan nota kesepahaman terkait kolaborasi penelitian teknologi penerbangan, sistem radar, dan pengujian material kedirgantaraan tingkat lanjut[8].
Kementerian Pertahanan RI & Instansi Militer: Berperan sebagai mitra perawatan, perbaikan, dan pemeriksaan (*Maintenance, Repair, and Overhaul*) komponen elektronik strategis kedirgantaraan. Hal ini diperkuat dengan kunjungan kerja kedinasan reguler dari Komando Operasi Udara II (Koopsud II) guna koordinasi kesiapan alutsista avionik[9].
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS): Kerja sama strategis dalam lingkup penelitian ilmiah, transfer teknologi elektronika militer, dan penyerapan sumber daya manusia ahli guna memperkuat ekosistem industri pertahanan nasional swasta[10].