PT Indonesian Paradise Property Tbk (berbisnis dengan nama dagangParadise Indonesia) adalah sebuah perusahaan properti yang berkantor pusat di Jakarta. Hingga akhir tahun 2022, perusahaan ini memiliki sejumlah properti yang tersebar di Bali, Batam, Yogyakarta, Jakarta, Makassar, Bandung.[2][3]
Sejarah
Perusahaan ini memulai sejarahnya pada tahun 1996 dengan nama PT Penta Karsa Lubrindo. Pada tahun 2002, perusahaan ini mulai mengoperasikan Harris Hotel Tuban di Bali melalui perjanjian lisensi dengan perusahaan lahan yasan asal Singapura, yaitu CapitaLand. Pada tahun 2004, perusahaan ini mengubah namanya menjadi seperti sekarang dan resmi melantai di Bursa Efek Surabaya. Perusahaan ini juga mulai mengoperasikan Harris Resort Kuta Beach di Bali. Setahun kemudian, perusahaan ini mulai mengoperasikan Harris Hotel Tebet di Jakarta. Pada tahun 2011, perusahaan ini mulai mengoperasikan Harris Hotel Batam Center di Batam dan Harris Suites fX Sudirman di Jakarta. Setahun kemudian, perusahaan ini mulai mengoperasikan POP! Hotel Sangaji di Yogyakarta serta kawasan Sahid Kuta Lifestyle Resort di Bali, yang terdiri dari beachwalk, Sheraton Bali Kuta Resort (melalui perjanjian lisensi dengan Marriott International), dan Harris Resort Kuta Beach (melalui perjanjian lisensi dengan CapitaLand).
Pada tahun 2018, perusahaan ini mulai mengoperasikan kembali Harris Resort Waterfront di Batam dan mulai mengembangkan Sahid Kuta Lifestyle Resort II di Bali. Setahun kemudian, perusahaan ini mendivestasi saham PT Plaza Indonesia Realty Tbk serta meletakkan batu pertama pembangunan apartemen 31 Sudirman Suites di Jakarta dan Hyatt Place Hotel di Makassar. Bersama PT Retzan Indonusa, perusahaan ini juga mengakuisisi 100% saham PT Adhitama Citra Selaras.
Pada tahun 2020, perusahaan ini mendivestasi saham PT Karsa Citra Unggul dan mengakuisisi 88,61% saham PT Mega Biru Selaras. Perusahaan ini juga meningkatkan investasinya di PT Praba Kumala Sajati dan PT Segara Biru Kencana, serta mulai merenovasi Harris Hotel Tuban di Bali. Setahun kemudian, perusahaan ini diundang oleh kurator dari PT Prospek Duta Sukses untuk melanjutkan pembangunan 45 Antasari. Perusahaan ini kemudian setuju untuk melanjutkannya bersama PT Paloma Suasa Manajemen. Pada tahun yang sama, perusahaan ini juga mulai mengoperasikan Yello Hotel Kuta Beach di Bali. Pada tahun 2022, perusahaan ini mulai mengoperasikan Aloft Bali Kuta di Bali dan mulai membangun Antasari Place di Jakarta.[2][3] Pada bulan Agustus 2023, perusahaan ini meneken nota kesepahaman dengan ITDC mengenai rencananya untuk membangun lapangan padel di Nusa Dua dan Mandalika.[6] Pada bulan Oktober 2023, bersama Bina Nusantara, perusahaan ini mulai membangun pusat perbelanjaan 23 Semarang.[7] Pada bulan Januari 2025, perusahaan ini menggandeng Hankyu Hanshin Holdings untuk mengembangkan kawasan Sahid Kuta Lifestyle Resort di Bali.[8]
Anak usaha
Hingga akhir tahun 2022, perusahaan ini memiliki 17 anak usaha, yakni: