Saat ini, Indologie merujuk pada studi sejarah, bahasa, dan agama di seluruh kawasan Asia Tenggara. Indologie diajarkan di Universitas Leiden, Belanda.
Asal istilah
Pada abad ke-19, pemerintah Hindia Belanda menyadari bahwa mereka perlu mengadakan studi secara luas tentang bahasa dan budaya masyarakat Indonesia. Para pegawai negeri sipil dan perwira militer yang bekerja di Indonesia diwajibkan mempelajari budaya lokal. Ketertarikan mereka pada bahasa dan budaya Indonesia mendorong pengumpulan data yang intensif hingga berkembang menjadi suatu disiplinilmu sosial yang disebut Indologie. Dalam perkembangan selanjutnya, muncul spesialisasi Indologie. Terdapat tiga cabang Indologie dengan orientasi berbeda berupa sastra-sejarah, politik, dan sosial ekonomi.[1]