Kiai Hasan Yahya Besari Kiai Suhaib Nyai Askiram II Kiai Hasan Besari Kiai Syihabuddin Kiai Imam Sibawaih Kiai Zainal Abidin, Penghulu Madiun Nyai Muhibbat Kiai Khatimul Hasan Kiai Kitab Sastroatmojo, Patih Pacitan[1]
Orang tua
Ki Ageng Muhammad Besari (ayah)
Biografi
Di bawah kepemimpinan Kiai Yahya, Pesantren Tegalsari merosot dengan tajam. Pendidikan diabaikan dan para santri hampir secara eksklusif digunakan untuk kepentingan pribadi kiai. Para santri itu diperintah untuk menanam kedelai atau memotong padi. Tindakannya kemudian diketahui oleh pihak Keraton Solo dan ia pun diberhentikan pada 1820, karena gagal melaksanakan amanat.[2]