Pada masa patriarkatnya, Ilia II memimpin pertumbuhan dan restorasi Gereja di Georgia, khususnya setelah kejatuhan Uni Soviet. Gereja Ortodoks Georgia memiliki peran utama dalam pengembangan budaya pada awal tahun-tahun pasca-Soviet, dan meningkatkan peran dalam kesejahteraan sosial. Ia meluaskan hierarki gereja, mendorong kehidupan paroki, mendirikan pusat-pusat pendidikan, dan membuka ratusan gereja dan biara baru. Ia mengadvokasikan konservatisme sosial dan monarki konstitusional di Georgia. Ilia II juga menerima pengakuan autosefalus Gereja oleh Patriark Ekumenikal Konstantinopel pada 1990, dan bekerja untuk menunjang hubungan diplomatik antara Rusia dan Georgia dalam Perang Rusia-Georgia tahun 2008.
Catatan
↑bahasa Georgia:ილია IIcode: ka is deprecated ; juga ditranskripsikan sebagai Ilya atau Elijah
↑bahasa Georgia:ირაკლი ღუდუშაური-შიოლაშვილიcode: ka is deprecated