Ikan belida atau belido (genus Chitala) adalah genus ikan dalam famili Notopteridae. Ikan ini diambil dari nama salah satu sungai di Sumatra Selatan yang menjadi habitatnya, yakni Sungai Belida. Genus ikan ini terdiri dari enam spesies ikan, beberapa di antaranya biasa dijadikan ikan peliharaan dalam akuarium. Biasanya dikenal sebagai "ikan pisau" Asia. Di Kalimantan, ikan ini lebih sering disebut "ikan pipih" dan dijadikan bahan baku pembuatan "kerupuk ikan pipih" sebagai oleh-oleh khas Kalimantan. Habitatnya berasal dari perairan tawar di Asia Selatan dan Tenggara.[1]
Chitala chitala (F. Hamilton, 1822): Merupakan spesies Belida yang paling umum, juga dikenal sebagai Belida India atau Belida Bengal. Ciri khasnya adalah ukuran tubuh besar dan sirip yang mencolok.
Chitala lopis (Bleeker, 1851): Dikenal sebagai Belida Malaysia atau belida lopis, memiliki sirip punggung dan dubur yang panjang serta pola tubuh yang unik.
Chitala ornata (J. E. Gray, 1831): Dikenal sebagai belida ornata, belida sumatera, atau belida bangkok. Memiliki kombinasi warna hitam, putih, dan keperakan yang menarik.[4]
Perawatan Ikan Belida
Ikan Belida membutuhkan lingkungan akuarium khusus agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Untuk menciptakan habitat yang mendukung, sejumlah faktor harus diperhatikan, antara lain:
Ukuran Akuarium Ikan Belida memiliki ukuran tubuh yang relatif besar dan memerlukan ruang gerak yang luas. Akuarium dengan kapasitas minimal 200 liter dianjurkan untuk pemeliharaan satu ekor Belida.
Substrat dan Dekorasi Dasar akuarium sebaiknya menggunakan pasir halus atau kerikil kecil. Penambahan elemen seperti batu, akar, dan tanaman air akan membantu meniru habitat alami serta memberikan tempat berlindung bagi ikan.
Sistem Filtrasi Kualitas air perlu dijaga melalui sistem filtrasi yang memadai, meliputi filter mekanis, biologis, dan kimiawi. Hal ini bertujuan untuk mengurangi kotoran serta menjaga kadar amonia dan nitrat dalam batas aman.
Suhu dan Parameter Air Belida tumbuh optimal dalam suhu air berkisar antara 24 hingga 28°C. Selain itu, tingkat pH, kekerasan air, dan kandungan senyawa berbahaya seperti amonia harus dimonitor secara rutin untuk menjamin kesehatan ikan.
Pencahayaan Pencahayaan yang cukup penting untuk mendukung aktivitas ikan dan tanaman air, namun paparan langsung sinar matahari sebaiknya dihindari karena dapat meningkatkan suhu air secara drastis.
Vegetasi Akuarium Tanaman air hidup tidak hanya berfungsi sebagai tempat persembunyian, tetapi juga membantu dalam menjaga kualitas air dengan menyerap nutrisi berlebih dan menghasilkan oksigen.
Pemeliharaan Berkala Kebersihan akuarium perlu dijaga melalui penggantian air secara rutin, pemeriksaan parameter air, serta pembersihan filter untuk menghindari penumpukan zat beracun.[4]