Hypargos margaritatus atau yang juga dikenal sebagai pink-throated twinspot merupakan spesies burung pemakan biji kecil dari keluarga Estrildidae. Mereka mendiami sabana kering dan habitat semak belukar subtropis/tropis (dataran rendah) yang lembap di dekat pesisir Afrika Tenggara di Mozambik, Afrika Selatan, dan Eswatini. Burung ini memiliki wilayah sebaran yang luas, dengan perkiraan luas penyebaran global sebesar 160.000km².[1]
Taksonomi
Beberapa orang menganggap spesies ini dan Hypargos niveoguttatus berbintik merah sebagai spesies yang sama. Hypargos margaritatus bersifat monotipe.[2]
Deskripsi
Burung ini bisa tumbuh hingga mencapai panjang sekitar 13cm dengan bobot 12.5 hingga 13.5 gram. Pada burung jantan, bagian atas tubuhnya berwarna cokelat, kecuali bulu penutup ekor bagian atas yang berwarna merah muda tua. Wajah, tenggorokan, dan dada bagian atas juga berwarna merah muda tua. Sisa bagian bawah tubuh berwarna hitam dengan bintik-bintik putih. Paruh, kaki, dan telapak kaki berwarna gelap. Mata berwarna cokelat tua dengan lingkaran mata biru muda pucat yang sempit. Sedangkan untuk betina, fisiknya mirip dengan jantan tetapi lebih kusam dengan wajah, tenggorokan, dan dada bagian atas berwarna abu-abu.[2]
Sebaran dan habitat
Mereka hanya dapat ditemukan di Mozambik selatan, Eswatini timur, KwaZulu-Natal timur laut, dan Mpumalanga timur, Afrika Selatan. Habitatnya adalah sabana kering dan semak belukar subtropis/tropis (dataran rendah) yang lembap, belukar, rumpun, dan tepi hutan.[2]
Perilaku dan ekologi
Burung pipit ini disebut sangat pemalu. Begitu ada tanda bahaya sekecil apa pun, mereka akan menyelinap ke rerumputan atau berlindung di tempat lain, hanya agar tak terlihat. Mereka hidup berpasangan, terkadang juga dengan anak-anaknya hingga mereka benar-benar mandiri dan hidup mandiri. Mereka selalu berada di dekat semak belukar, menghilang begitu merasakan ada yang mengganggu.[3] Burung-burung ini akan mencari makan sendiri-sendiri, berpasangan, atau dalam kelompok kecil di tanah, di dekat atau di semak-semak, terutama untuk mencari biji rumput. Burung yang mencari makan dapat dideteksi oleh getaran kontaknya yang lembut, tetapi mereka akan mundur ke tempat yang lebih tinggi ketika terganggu.[2]
Makanan
Burung ini sehari-harinya memakan biji rumput, biji kecil tanaman lain, dan serangga. Saat masih anak-anak, mereka banyak mengonsumsi serangga.[3]
Status konservasi dan ancaman
Berdasarkan penilaian Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) per 9 Agustus 2018, pipit ini termasuk spesies risiko rendah.[4] Namun, sumber yang lain menyebutkan bahwa burung pipit twinspot tenggorokan merah muda dianggap hampir terancam di Afrika Selatan dan Eswatini. Kekhawatiran ini disebabkan oleh terbatasnya jangkauan mereka, kerusakan habitat di wilayah tersebut, dan penangkapan untuk perdagangan burung sangkar.[2]
12345Roberts, Austin; Hockey, P. A. R.; Dean, W. Richard J.; Ryan, Peter (2005). Robertsʼ birds of southern Africa (Edisi 7th ed). Cape Town: Trustees of the J. Voelcker Bird Book Fund. ISBN978-0-620-34053-3.